Senin, 02 Feb 2026 11:30 WIB

Urgensi Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Jadi Fokus Jatim Talk II

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Mei 2023 16:01 WIB
Jatim Talk II
Jatim Talk II

Selalu.id - Jawa Timur merupakan salah satu produsen terbesar bahan pangan utama nasional, sehingga penguatan peran sebagai lumbung pangan nusantara semakin dibutuhkan. Dalam rangka mendorong hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya kembali menggelar kegiatan yang bertajuk Jatim Talk II pada 16 Mei 2023 dengan tema “Mendorong Penguatan Produksi Pertanian dan Agroindustri untuk Mengakselerasi Hilirisasi Pertanian”.

Jatim Talk kali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman stakeholder daerah terkait urgensi penguatan sektor pertanian melalui hilirisasi, serta menjadi forum diskusi dalam merumuskan rekomendasi strategis yang implementatif terutama untuk wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Bank Indonesia Masih Pertahankan Suku Bunga di Level 6 Persen

“Di tengah berbagai urgensi untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian di Jawa Timur, masih terdapat beberapa tantangan utama, yakni penurunan produksi dan produktivitas di tengah peningkatan permintaan, baik untuk konsumsi masyarakat, pakan ternak dan input bagi industri pengolahan. Selain itu, pendapatan per kapita dan nilai tambah yang masih rendah, serta impor produk hulu-hilir pertanian yang masih tinggi menjadi disinsentif untuk meningkatkan produksi dan melakukan investasi.” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Doddy Zulverdi, dalam Keynote Speech-nya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, dalam arahan strategisnya menekankan perlunya strategi perbaikan di sisi hulu sektor pertanian untuk mengakselerasi agroindustri. Peningkatan produktivitas untuk komoditas bernilai tambah tinggi, value added bagi petani, serta pengembangan kawasan industri menjadi kunci menuju percepatan hilirisasi pertanian, untuk semakin memperkuat Jawa Timur sebagai lokomotif perekonomian nasional.

Baca Juga: Tren Belanja Online Terus Naik, BI Catat Transaksi e-Commerce Indonesia Capai Rp453 Triliun di 2023

Prof. Bustanul Arifin (Guru Besar Universitas Lampung), Prof. Hermanto Siregar (Rektor Perbanas Institute), Dr. Sahara S.P., M.Si (Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB), serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Muslimin Anwar, hadir sebagai narasumber untuk memberikan pandangan ahli. Lebih lanjut, tampak hadir pula perwakilan diplomatik negara sahabat, Kepala KR4 OJK, Kepala OPD/Instansi Jawa Timur, perbankan, civitas akdemika, serta asosiasi pelaku usaha.


Adapun rekomendasi utama yang diusung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur untuk merespon tantangan tersebut adalah pengembangan end-to-end pada sektor pertanian dari sisi hulu hingga hilir, yang mencakup: (1) penguatan produksi; (2) penguatan teknologi pasca panen; (3) akselerasi hilirisasi menuju nilai tambah tinggi; (4) peningkatan ekspor dan substitusi impor; serta (5) mendorong investasi/akses pembiayaan dari hulu hingga hilir sektor pertanian.

Baca Juga: Jadi Pesuplay Pangan 16 Provinsi di Indonesia, Produksi Padi Jatim Tertinggi Nasional Sejak 2020

Sejalan dengan rekomendasi tersebut, Prof. Hermanto Siregar turut menekankan pentingnya penguatan produksi, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi. Sementara dari sisi hilir, Prof. Bustanul Arifin memaparkan terkait pentingnya hilirisasi industri dalam penguatan sektor pertanian, antara lain melalui peningkatan produktivitas, teknologi, daya saing agroindustri, keterpaduan hulu-hilir, serta promosi investasi dan perbaikan digitalisasi. Lebih lanjut, dalam mendukung keterpaduan hulu hingga hilir pada sektor pertanian, Dr. Sahara menekankan bahwa perbaikan daya saing argoindustri mampu menjawab tantangan utama sektor pertanian di Jawa Timur.

“Dalam jangka panjang, agroindustri dapat mendorong peningkatan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja, yang kemudian dapat mengurangi tingkat kemiskinan”, jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.