Selasa, 21 Jul 2026 23:41 WIB

Pengamat SCG Sebut Megawati Cermat Umumkan Ganjar Capres saat Libur Lebaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Apr 2023 16:35 WIB
Pengamat politik SCG
Pengamat politik SCG

selalu.id - Political Srategist lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG), Aprizaldi, memuji kecermatan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Aprizaldi menyebut ada tiga aspek yang menjadikan pengumuman Ganjar capres sebagai momentum yang luar biasa.

Pertama, lanjut Aprizaldi, saat ini musim mudik Lebaran. Kementerian Perhubungan memprediksi selama masa libur Lebaran, pergerakan masyarakat mencapai 123,8 juta orang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Jutaan orang penuh kegembiraan kembali ke kampung halaman. Pengumuman Mas Ganjar capres akan menjadi pembicaraan positif penuh antusias di kampung-kampung, di desa-desa, di warung-warung kuliner legendaris, di destinasi wisata, dalam suasana silaturahim penuh keakraban dan kegembiraan," ujar Aprizaldi kepada media, Jumat (21/4/2023).

Dari sisi komunikasi politik, lanjut Aprizaldi, Megawati menunjukkan kematangannya dalam membaca fenomena masyarakat.

"Ini seperti membawa Ganjar Pranowo dalam perbincangan masif selama musim mudik. Artinya, pemudik menjadi semacam jurkam. Luar biasa strategi Bu Mega," ujar Aldi, sapaan akrab aktivis 1998 asal Surabaya tersebut.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Aspek kedua, papar Aldi, adalah “element of surprise”. Dalam momentum politik, diperlukan elemen kejutan. Pengumuman Ganjar sebagai capres memiliki daya kejut yang luar biasa, termasuk mengejutkan partai lain.

"Mengapa mengejutkan? Karena pas momen mudik Lebaran. Ini memenuhi syarat ‘element of surprise’ dalam sebuah momentum politik," ujar Aldi.

Aldi menambahkan, aspek ketiga tentu saja kecermatan Megawati dalam membaca kehendak rakyat. Ganjar menjadi simbol harapan rakyat. Menurut Aldi, Ganjar juga menjadi bagian dari imajinasi rakyat tentang pemimpin pro wong cilik sebagaimana Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Ganjar memiliki kesamaan prinsip kerakyatan dengan Presiden Jokowi. Ini yang menjadi penjelas elektabilitas Ganjar relatif terus berada di posisi teratas. Artinya kehendak rakyat luas adalah Ganjar, dan ini dibaca Ibu Megawati secara tepat. Apalagi pengumuman hari ini juga dihadiri Presiden Joko Widodo," ujar Aldi.

"Dan dengan demikian, pengumuman hari ini sebagai pesan kuat pentingnya keberlanjutan pembangunan. Dengan tingkat kepuasan rakyat ke Presiden Jokowi di atas 75 persen, pesannya adalah keinginan menjaga keberlanjutan pembangunan. Kehadiran Pak Jokowi menemani pengumuman Mas Ganjar capres menegaskan hal tersebut," pungkas Aldi. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.