Jumat, 05 Jun 2026 06:37 WIB

Cium Bendera Merah-Putih, Eri Cahyadi: Surabaya Membangun untuk Wong Cilik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Sep 2020 18:43 WIB
Eri Cahyadi dan Armudji saatencium bendera Merah Putih
Eri Cahyadi dan Armudji saatencium bendera Merah Putih

Surabaya (selalu.id) - Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji, mencium Bendera Merah Putih usai memberikan sambutan perdana, setelah menerima amanah dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagai Cawali dan Cawawali dari PDI Perjuangan, di Taman Harmoni, Keputih, Kota Surabaya, Rabu (2/9/2020).

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

Saat mencium Bendera Merah Putih itu, Eri Cahyadi terlihat khidmat Sambil memejamkan mata, Eri yang menyatakan mundur dari Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu, memegang erat Bendera Merah Putih sembari menciumnya. Hal serupa juga dilakukan Armuji yang berada di sebelah kirinya.

"Bismillahirrohmanirrohim, kita bersama-sama membuat Surabaya terus menjadi rumah besar yang ramah untuk seluruh warganya, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan program-program pro wong cilik," ujar Eri Cahyadi, saat memberikan sambutan perdana, sebelum mencium Bendera Merah Putih.

Menurut Eri Cahyadi, dimasa pandemi Covid-19 ini, Pemkot Surabaya tidak pernah diam dan terus berjuang hingga akhirnya kondisi seperti sekarang ini yang mulai berangsur-angsur membaik. Untuk itu, dalam kepemimpinannya nanti, akan melakukan penanggulangan kesehatan terkait pandemi COvid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Jangan sampai di masa pandemi ini yang namanya program dan kegiatan yang pro rakyat berhenti. Program memberi makanan tiap hari kepada puluhan ribu warga yang selama ini telah berjalan tidak akan berhenti. Program yang memberi kesempatan kerja kepada arek-arek Suroboyo terus kita gembira," ujarnya.

"Surabaya tidak boleh mundur. Surabaya harus terus berbenah, terus maju. Surabaya membangun untuk wong cilik," ungkap birokrat kaya pengalaman itu.

Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi juga mengatakan, jika saat menerima amanah dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, sangat kaget dan tidak menyangka jika memberikan kepercayaan tersebut padanya.

"Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Sehingga kami harus membalas kepercayaan ini dengan bekerja lebih baik lagi nantinya. Bekerja dengan hati nurani seperti yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya sejak era Wali Kota Pak Bambang DH dan Bu Risma," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, program-program yang telah dilakukan Pemkot Surabaya merupakan perjuangan untuk wong cilik. Seperti bantuan permakanan, posyandu atau kader lingkungan. 

"Semua yang dilakukan itu merupakan sumbangsih untuk seluruh warga Surabaya," terangnya.

Eri Cahyadi mengatakan, dalam pembangunan Surabaya tidak hanya dari satu atau dua orang saja. Tapi dengan gotong royong. Untuk itu, dirinya memohon doa dan restu kepada semua masyarakat Surabaya. 

"Kami minta doa dan restunya dari semua kelompok masyarakat, tokoh agama, senior-senior di PDI Perjuangan, kelompok perempuan, kader lingkungan, kader posyandu, insan pendidikan  dan seluruh elemen rakyat Surabaya," pungkasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.