Jumat, 25 Sep 2026 11:04 WIB

Tak Ingin Jatuh ke Tangan yang Salah, PDIP Seleksi Ketat Kandidat Penerima Rekom Pilwali Surabaya 2020

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Agu 2020 19:26 WIB
Konsolidasi internal PDIP di Jawa Timur
Konsolidasi internal PDIP di Jawa Timur

Surabaya (selalu.id) - Jajaran DPP PDI Perjuangan menggelar Konsolidasi Organisasi Internal Partai di kantor DPD PDIP Jatim, Minggu (30/8/2020), untuk menyambut Pilkada serentak 9 Desember mendatang. 

Baca Juga: Timbun Saluran Air Hampir 20 Tahun, Bangunan Liar di Pasar Bratang Surabaya Dibongkar

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengakui, memang ada daerah yang mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Salah satunya adalah adalah Surabaya.

"Selama hampir 10 tahun Ibu Risma memimpin, Surabaya menjadi icon begitu banyak identitas keberhasilan. Smart city, the green city, the cultural city dan begitu banyak identitas lainnya. Karena itulah Surabaya akan dijaga dan dilindungi oleh anggota dan kader Partai yang menyatu dengan rakyat untuk memenangkan Pilkada," ujar Hasto.

Hasto mengatakan, untuk menjadi calon kepala daerah dari PDIP harus memenuhi kriteria ideologis Pancasilais serta memiliki kemampuan teknokratis guna menyelesaikan masalah rakyat.

"Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan tidak ingin Surabaya jatuh ke tangan yang salah. Jatuh kepada mereka yang hanya mengandalkan modal besar dan dibelakangnya berdiri mereka yang ingin mengubah tata kota hanya karena berburu kepentingan kapital," ujar Hasto.

"Kepemimpinan ke depan Kota Surabaya adalah kesinambungan visi dan misi sebagaimana sudah diletakkan oleh Walikota Mas Bambang DH, Bu Risma dan terutama kesinambungan harapan bagi wong cilik agar Surabaya tetap dipimpin oleh mereka yang memiliki jiwa kerakyatan," tegas Hasto.

Dengan pertimbangan itulah, Hasto diperintah Megawati ke Surabaya untuk melakukan konsolidasi. Hasto datang bersama dengan Djarot Syaiful Hidayat, Tri Rismaharini, dan Arif Wibowo yang semuanya merupakan jajaran DPP PDIP. Acara konsolidasi tersebut juga dihadiri Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menegaskan bahwa tak ada 'tarik tambang politik' antara dirinya dengan Risma seperti digambarkan sejumlah media. 

"Ada media tertentu yang menggambarkan kami ada drama tarik-menarik. Saya tidak tahu informasinya dari mana. Karena tidak ada wawancara," ujarnya.

Hasto menegaskan, dalam tubuh PDI Perjuangan tidak ada tarik-menarik. Yang ada adalah upaya menarik dengan sekuat-kuatnya untuk kesejahteraan rakyat. 

"Tidak ada tarik tambang politik di internal Partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan. Semua taat sepenuhnya kepada keputusan Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga ketua DPP PDIP menegaskan, untuk menang di Surabaya, dibutuhkan modal sosial, yang jauh lebih penting ketimbang uang.

"Dan ciri kepemimpinan PDI Perjuangan adalah selalu menyatu dengan rakyat di Surabaya," ujar Risma. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.