Rabu, 22 Jul 2026 19:34 WIB

Rawat Bibi dengan Kondisi Rumah Tak Layak, Pria ini Dapat Sentuhan dari Kemensos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Feb 2023 16:37 WIB
Kondisi rumah Tati dan Edi
Kondisi rumah Tati dan Edi

selalu.id - Edi (35) pria asal Banten Penerima bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) RI berupa paket usaha mengaku senang dengan respon cepat kementerian dibawah naungan Mensos Risma terhadap dirinya dan keluarganya.

Pria ini masuk dalam daftar penerima bantuan lantaran kondisi rumah yang tidak layak serta harus merawat bibinya yang sakit.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

"Gak bisa berkata-kata. Senenang dapat bantuan. Terus sekarang rumah sudah bersih, tapi bibi saya sudah gak ada (meninggal), kata Edi.

Edi mendapat bantuan paket usaha pulsa serta bantuan perabot rumah yang layak.

Sebelum dinyatakan meninggal pada 7 Februari 2023 lalu, Tati (53), warga Kampung Cibahbul, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten mengalami sakit parah. Tati harus terbaring di tempat tidur selama 4 tahun.

Selama itu pula, Tati dirawat oleh keponakannya Edi bersama anaknya, Rizki (11). Mereka bertiga hidup di rumah milik orangtua Tati yang kondisinya tidak layak. Edi membesarkan anaknya seorang diri, setelah bercerai dengan istrinya.

Meskipun memiliki kartu Bantuan Penerima Jaminan Sosial (BPJS,) Kesehatan, Edi tidak mampu membawa Tati berobat karena tidak memiliki ongkos.

Selama merawat Tati, Edi terpaksa berhenti bekerja dan kemudian berjualan HP bekas secara online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadang, ia diminta tetangga membabat rumput dan kemudian mendapatkan upah.

Baca Juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial

Kisah Tati kemudian masuk dalam media monitoring Kemensos dan Menteri Sosial Tri Rismaharini langsung meminta Sentra Galih Pakuan Bogor untuk langsung merespon kasus Tati. Pada Rabu (8/2), Tim Kemensos tiba di rumah Tati dan langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Kondisi tempat tinggal Tati dan Edi sangat memperihatinkan. Meskipun tinggal di rumah permanen, namun genteng dan tembok rusak. Lantai terbuat dari sebagian tanah sebagian semen, sementara kondisi dapur dan MCK juga tidak layak. Kondisi rumah diperparah dengan minimnya perawatan," kata Kepala Sentra Galih Pakuan, Siti Sari Rumayanti.

Melihat kondisi tersebut, Sari mengatakan pihaknya langsung mengajak masyarakat dan aparat setempat bahu membahu membersihkan rumah.

"Kemensos memfasilitasi penyediaan karpet plastik untuk lantai, beserta kasur, lemari, dan perabotan rumah lainnya," katanya.

Selain membersihkan rumah, Kemensos juga menyerahkan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa paket sembako, pemenuhan nutrisi dan perlengkapan kebersihan diri. Sementara untuk Rizki yang masih duduk di Kelas 4 SD, diberikan bantuan perlengkapan sekolah. Kemensos juga memberikan bantuan usaha untuk sumber penghasilan bagi Edi.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

"Kami juga berikan bantuan usaha berupa kios pulsa. Ada HP, etalase, dan paket pulsa. Karena Pak Edi memang minta nya itu," kata Sari.

Tati maupun Edi, belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah karena belum terdata dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Sari mengatakan pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah agar Edi bisa terdata di DTKS agar dapat menerima bantuan program perlindungan sosial seperti Bantuan Sembako dan Rumah Sejahtera Terpadu.

Selanjutnya, Kemensos akan menjajaki reunifikasi dan reintegrasi keluarga almarhumah Tati dengan menghubungi anak-anaknya meskipun Tati sudah tiada. Tati sebetulnya masih memiliki dua orang anak yang tinggal di Batam.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.