Kamis, 04 Jun 2026 05:03 WIB

Lima Jurnalis Surabaya Dikeroyok Preman saat Meliput Penyegelan Diskotik Ibiza

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jan 2023 19:36 WIB
Wartawan saat melaporkan tindakan kekerasan di Polrestabes Surabaya
Wartawan saat melaporkan tindakan kekerasan di Polrestabes Surabaya

selalu.id - Lima Jurnalis di Surabaya dikeroyok oleh belasan preman saat melakukan tugas peliputan penyegelan Diskotik Ibiza Club Surabaya yang berada di Jalan Simpang Dukuh, Jumat (20/1/2023).

Lima jurnalis yang dikeroyok tersebut itu yakni Firman (Inews), Anggadia (beritajatim.com) dan Rofik (lensaIndonesia), Ali (Fotografer Inews) beserta Didik (Fotografer Antara).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Angga, jurnalis media online beritajatim.com menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut. Disebutkan, awalnya, mereka datang ke sebuah warung depan gedung Diskotik sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka hendak meliput kegiatan penyegelan gedung diskotik itu oleh Satpol PP Pemprov Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Saat itu, ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya berteriak menyuruh kami naik dan marah-marah. Kami pun disebut arogan lantaran menolak perintah agar naik ke lantai 5,"kata Angga, saat melakukan pemeriksaan di SPKT Polrestabes Surabaya.

Kemudian, Angga bersama dua Jurnalisnya yakni Firman dan Rofik sekitar pukul 14.30 menunggu di depan lift gedung. Mereka kembali diajak naik untuk menemui seseorang bernama Wahyu. Namun, enggan menerima ajakan tersebut.

"Kami tetap menolak. Karena kami ingin mewawancarai doorstop dengan dinas terkait,"ujarnya.

Kemudian, Angga menjelaskan, sekitar pukul 15.00 WIB rekan jurnalisnya yakni Rofik kembali menuju warung depan untuk menghampiri dan memanggil Didik Jurnalis Fotografer Antara agar bersiap-siap depan lift.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Saat itulah, Rofik mendengar provokasi kembali dari perempuan yang sama. Adu mulut terjadi,"ujarnya.

Selang beberapa waktu kemudian, sekitar belasan preman yang sempat mengintimidasi Angga dan Firman saat di gedung. Lalu menghampiri Rofiq di warung.

"Preman itu langsung melakukan pemukulan di bagian kepala belakang, wajah, pinggang bagian belakang kanan, hingga pelemparan kursi dan injakan kaki pada paha dan betis berulang kali,"jelasnya.

"Didik juga mengalami, tendangan di bagian kaki kanan, dan pemukulan menggunakan helm di tangan kanan. Firman dan Angga mengalami intimidasi dan sempat menghindari pemukulan,"lanjutnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Saat kejadian itu terjadi, sekitar pukul 15.20 WIB. Mereka memilih mundur, sebab banyak massa dari preman mulai tersulut emosinya.
Sayangnya, kendaraan sepeda motor Angga dan Rofik ditahan oleh mereka.

"Saat ini kami sedang membuat laporan ke SPKT Polrestabes Surabaya," jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana membenarkan pelaporan tersebut. Mereka telah didampingi oleh Resmob.

"Nah ini kan tadi mereka menginformasikan, sedang laporan di Polrestabes saya minta didampingi Resmob," pungkasnya.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.