Jumat, 05 Jun 2026 01:25 WIB

Survei SSC: Elektabilitas Risma Jauh Ungguli Khofifah di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Jan 2023 19:05 WIB
Konfrensi pers survei SSC di Surabaya
Konfrensi pers survei SSC di Surabaya

selalu.id - Menteri Sosial, Tri Rismaharini masuk tiga besar dalam perolehan elektabilitas pemilihan Calon Presiden (Capres) pada hasil Lembaga Surabaya Survey Center (SCC) di Jawa Timur.

Bahkan, elektabilitas mantan Wali Kota Surabaya itu jauh menggungguli Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Berdasar data SSC, Risma memperoleh 10,7 Persen, sedangkan Khofifah hanya 1,4 persen saja.

Peneliti senior SCC Ikhsan Rosidi menyebut bahwa elektabilitas itu dari keinginan masyarakat Jawa Timur. Terutama Surabaya ingin melihat Risma bersaing memperebutkan kursi Presiden Indonesia, pada konstelasi politik 2024.

"Level Jawa Timur itu hampir tidak ada hari tanpa aktivitas yang dilakukan Bu Khofifah. Hanya saja begini, kadang-kadang logika rakyat itu berbeda dengan logika kami atau apalagi logika politisi," kata Ikhsan, saat pemaparan hasil SSC di Hotel Narita, Surabaya, Kamis (12/1/2023).

Sementara, melihat elektabilitas 1,4 persen milik Khofifah, menurut Ikhsan, hal tersebut menjadi tanda bahwa sosok mantan Mensos ini diinginkan masyarakat untuk memimpin Jawa Timur, ketimbang baju di Pilpres 2024.

Potret elektabilitas dari Khofifah itu bukan berarti nama Gubernur Jawa Timur cocok menjadi salah satu capres.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

"Artinya, harapan masyarakat lebih ingin Khofifah tetap ingin menjadi gubernur. Sementara Bu Risma naik menjadi salah satu calon presiden," jelasnya.

Selain nama Khofifah, elektabilitas Risma juga mengungguli capres Partai NasDem Anies Baswedan (9,3 persen). Kemudian, Ganjar Pranowo nomor urut pertama elektabiltas tertinggi yakni 34,6 persen.

Berikut hasil survey elektabilitas sejumlah sosok potensial untuk Pilpres 2024 :

1. Ganjar Pranowo 34,6 persen.
2. Prabowo Subianto 16,3 persen.
3. Tri Rismaharini 10,7 persen.
4. Anies Baswedan 9,3 persen.
5. Agus Harimurti Yudhoyono 3,9 persen.
6. Puan Maharani 3,5 persen.
7. Erick Thohir 3,3 persen.
8. Ridwan Kamil 3,2 persen.
9. Sandiago Uno 2,0 persen.
10. Khofifah Indar Parawansa 1,4 persen.
11. Andika Perkasa 1,4 persen.
12. Airlangga Hartarto 1,3 persen.
13. Mahfud MD 0,8 persen.
14. Muhaimin Iskandar 0,6 persen.
15. Lainnya 0,8 persen.
16. Tidak memilih/tidak mengetahui (TT/TM) 6,9 persen.

Baca Juga: Kemiskinan di Jatim Kini Turun Signifikan, Berikut Rincian Lengkapnya

Sekadar diketahui, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan mulai 1-10 Januari 2023, di 31 Kecamatan di Kota Surabaya.

Survey SCC ini melibatkan 1.200 responden, dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.