Kamis, 04 Jun 2026 09:47 WIB

Bersama Wapres Ma'ruf Amin, Mensos Risma Serahkan Santunan Korban Gempa Cianjur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Jan 2023 10:13 WIB
Mensos Risma saat di lokasi gempa Cianjur
Mensos Risma saat di lokasi gempa Cianjur

selalu.id - Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Cianjur. Santunan diserahkan kepada 478 ahli waris masing-masing Rp15 juta, dengan nilai total Rp7,17 M.

Seremoni penyerahan santunan dilakukan di Kampung Lanjung, Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Selain menyerahkan santunan, Wapres juga menyerahkan 2.000 paket sembako kepada masyarakat.

Baca Juga: Orang Mati Masih Terdaftar PBI JKN: Potret Rapuhnya Validasi Data Kemensos dan Dukcapil

Dalam keterangannya di hadapan media, Mensos mengimbau kepada ahli waris agar menggunakan santunan sesuai dengan kebutuhan dan dapat berhemat.

"Kalau misalkan kebutuhan makan kan bisa dipenuhi dari dapur umum.Jadi tidak perlu mengadakan sendiri. Yang kedua bisa berhemat," katanya saat ditemui di lokasi pengungsian Lapangan Jagaraksa, Warungkondang pada Rabu (4/1/2023).

Pada giatnya ke Warungkondang, Mensos meninjau langsung proses penyaluran santunan. Adapun santunan disalurkan dengan metode _cash transfer_ dimana masyarakat dibuatkan rekening tabungan dan ATM untuk mengambil dana.

Kemensos sendiri menyiapkan petugas untuk melakukan verifikasi data penerima santunan. Proses pengambilan santunan berjalan kondusif. Masyarakat yang datang dapat langsung membuka rekening tabungan dibantu oleh petugas bank dan langsung mengambil uang melalui ATM keliling yang disediakan di lokasi Lapangan Jagaraksa Warungkondang.

Meskipun mendapatkan bantuan dari pemerintah, Mensos berharap masyarakat bisa berdaya dan mendapatkan penghasilan walaupun tinggal di pengungsian.

Baca Juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial

"Makanya di sini beberapa kita ajarkan bagaimana mereka bisa mencari nafkah melalui dapur kreasi," ujarnya.

Tim Kementerian Sosial, lanjut Mensos, telah mengajarkan masyarakat agar mampu mandiri dan mengelola kebutuhan yang berhubungan dengan pengungsian secara swadaya. Upaya ini untuk mengantisipasi jika masa tanggap darurat tidak diperpanjang.

"Tagana (Taruna Siaga Bencana) harus melatih ibu-ibu warga sekitar untuk mereka bisa mandiri. Kita akan bantu untuk kebutuhannya tapi mereka bisa kerjakan sendiri," kata mantan Walikota Surabaya itu.

Sejak gempa terjadi, Mensos telah menerjunkan 1.600 personel dari unit-uni teknis yang ada di Kemensos. Selain itu, sebanyak lebih dari 600 orang tagana juga disiagakan di lokasi pengungsian. Tagana yang menjadi relawan di Cianjur dikerahkan dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, dan daerah lainnya.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

Sementara itu, sebelum mendampingi Wapres, Risma sempat meninjau kondisi terkini masyarakat terdampak gempa di RT03, RW07 Kampung Gunung Lanjung Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang. Bersama dengan masyarakat dan Tagana, Mensos mendirikan tenda dan menyerahkan bantuan untuk pendirian dapur umum.

Saat ini, masyarakat masih tinggal di tenda darurat dekat yang didirikan dekat dengan rumah mereka. Melihat hal itu, Mensos berencana akan mendirikan hunian sementara yang akan dibangun secara gotong royong dengan tagana dan masyarakat. Risma berharap rencana ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Penyerahan santunan oleh Wapres merupakan kesempatan kedua. Adapun santunan tahap I telah diserahkan oleh Presiden RI pada tanggal 9 Desember 2022. Sama seperti tahap II, sebanyak 122 jiwa menerima santunan sebesar Rp15 juta, dengan total santunan senilai Rp1,8 M. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.