Minggu, 02 Agu 2026 16:40 WIB

Arus Bawah PSHT Jatim Buka Ruang Rekonsiliasi dengan M1R, Fokus Kejar Pelaku Pembacokan

Koordinator Arus Bawah PSHT Jatim, Bondan (tengah) bersama tim saat memberikan keterangan. (Foto: Moris/selalu.id).
Koordinator Arus Bawah PSHT Jatim, Bondan (tengah) bersama tim saat memberikan keterangan. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Komunitas Arus Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menegaskan konflik pasca pembacokan dua petugas valet di kawasan Ambyar Super Club tidak berkaitan dengan persoalan suku maupun organisasi.

Koordinator Arus Bawah PSHT Jatim, Bondan, mengatakan pihaknya sejak awal memahami bahwa peristiwa tersebut bermula dari persoalan pribadi dan pekerjaan. 

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Karena itu, aksi yang dilakukan sejumlah anggota PSHT tidak dimaksudkan untuk memicu permusuhan antar kelompok.

“Sebetulnya kami tidak ingin melakukan aksi. Kami melihat persoalan tersebut merupakan masalah pribadi dan pekerjaan. Tidak ada kaitannya dengan organisasi,” tegasnya, Minggu (2/8/2026).

Peristiwa pembacokan terhadap dua warga PSHT di area parkir Ambyar Super Club sempat membuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya memanas. 

Dalam tiga hari setelah kejadian, massa PSHT mendatangi kawasan Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya yang menjadi lokasi markas Maluku Satu Rasa (M1R).

Kedatangan tersebut dipicu rasa tidak terima setelah dua anggota PSHT mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Terduga pelaku disebut merupakan oknum debt collector (DC) yang juga tergabung dalam organisasi M1R.

Kondisi itu kemudian memunculkan kekhawatiran konflik berkembang menjadi persoalan antar kelompok dan memicu sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA.

Bondan mengatakan situasi semakin memanas setelah terjadi bentrokan di Jalan Teuku Umar pada Senin (27/7/2026) dini hari. 

Baca Juga: Massa PSHT Kepung Markas M1R di Surabaya: Sempat Ricuh, Satu Petugas Terluka

Sejumlah video yang beredar di media sosial memunculkan persepsi di kalangan anggota PSHT di berbagai daerah bahwa aparat melakukan pembiaran terhadap massa yang membawa senjata tajam.

Menurutnya, penyebaran video tersebut memicu reaksi dari anggota PSHT di sejumlah wilayah. Dari situ kemudian muncul gerakan spontan yang mengatasnamakan komunitas Arus Bawah PSHT Jatim.

Bondan mengatakan pihaknya telah menyampaikan kekecewaan kepada kepolisian dan memperoleh tanggapan terkait penanganan perkara tersebut. 

Saat ini, fokus utama komunitas Arus Bawah PSHT adalah mendorong aparat segera menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

“Kami tidak ingin bermusuhan dengan kelompok suku, agama, maupun organisasi lain karena hal itu justru dapat mencederai Bhinneka Tunggal Ika. Yang kami lawan adalah tindakan premanisme yang dilakukan oknum debt collector,” tegasnya.

Bondan menambahkan, hingga kini belum ada komunikasi langsung antara komunitas Arus Bawah PSHT Jatim dan M1R. Meski demikian, pihaknya membuka ruang dialog dan rekonsiliasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Bondan mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama serta mendukung proses penegakan hukum. Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang membawa identitas suku atau kelompok tertentu.

“Tentu kami membuka lebar pintu komunikasi. Musuh kami bukan orang Madura, orang Ambon, atau orang Jawa. Musuh kami adalah tindakan premanisme. Mari duduk bersama dan mencari satu pelaku yang masih ditetapkan sebagai buronan,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sumenep, 250 Penumpang Dievakuasi

Operasi evakuasi ratusan penumpang masih berlangsung. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun penyebab pasti munculnya kobaran api.

Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

Temuan di Graha Kota menjadi salah satu yang paling menonjol dalam operasi itu. Dari bagian depan, bangunan tersebut tampak beroperasi sebagai toko vape.

Sasar 400 UMKM di 9 Kecamatan, Anggaran Program Bedah Warung di Sidoarjo Naik jadi Rp10 Juta

Penyesuaian nominal tersebut dilakukan seiring dimulainya periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru.

Perketat Pengawasan Miras, Pemkab Sidoarjo Tutup Tiga Tempat Penjualan di KNV

Berdasarkan dokumen yang ditunjukkan kepada petugas, izin usaha yang dimiliki hanya sebagai distributor, bukan untuk kegiatan penjualan ritel.

Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

“Bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga ada saluran air bersih, IPAL, tandon air, jalan-jalan lingkungan, dan berbagai fasilitas," kata AHY.

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.