Kamis, 04 Jun 2026 15:07 WIB

Kepala Sekolah SMPN 1 Surabaya Sebut Siswi yang Loncat Sering Terlihat Murung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Nov 2022 16:42 WIB
Siswi SMPN 1 yang loncat dari lantai 2 sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soewandhi
Siswi SMPN 1 yang loncat dari lantai 2 sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soewandhi

selalu.id - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Surabaya, Hanifah menyebut siswi berisinial NPS (13) yang meloncat dari lantai 2 gedung sekolah cendrung pendiam.

Hanifah menerangkan, menurut keterangan wali kelas, siswi tersebut sering terlihat murung di sekolah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Dia baru kelas 7, tadi sempat tanya ke wali kelasnya, sering murung dikelas. Memang anaknya pendiam. kalau kronologi seperti yang ada dipemberitaan (media), ada masalah keluarga," kata Hanifah, saat dihubungi selalu.id, Jumat (25/11/2022).

Meskipun pendiam, kata Hanifah, NPS justru terlihat baik-baik saja dan di lingkungan sekolah. Pun NPS bergaul baik bersama teman-temannya.

"Informasi dari Guru BK, anaknya pendiam.
Bersama teman baik, bergaul juga sama teman. Tidak ada masalah anaknya gak nakal
emang pendiam. Sebetulnya, kemarin juga kerja kelompok (bersama temannya) gak ada masalah"ujarnya.

Saat ini, NSP masih dalam perawatan di rumah sakit Soewandhi didampingi juga oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya. Rencananya NSP bakal di rehabilitasi di Shelter anak milik Pemkot Surabaya untuk mendapatkan pendampingan trauma psikis.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Masih di RS masih dalam pendampingan oleh DP3A, kita hanya bisa untuk mengarahkan dan mendampingi biar bisa pulih, biar trauma hilang kita konslesing juga,"ungkapnya.

Terkait adanya masalah keluarga, pihak sekolah masih mendalami permasalahan antara NSP dengan ibunya.

"Kita masih mendalami masalah NSP terhadap keluarganya. Kita tak bisa membuka semua karena kita lembaga pendidikan,"jelasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Lebih lanjut Hanifah menjelaskan, upaya untuk mencegah siswa-siswa di sekolahnya untuk tidak terjadi lagi, pihak sekolah mengimbau kepada siswa-siwa dan memberikan edukasi agar lebih peduli terhadap lawan-kawannya.

"Kebetualn hari Jumat ada keputrian dan ada salat jumat, kita sekaligus berdoa bersama untuk NSP, serta kita mengedukasikan mereka menyentuh empati mereka. Jadi kalau ada teman terlihat murung, diharapkan teman yang lain peduli," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.