Jumat, 04 Sep 2026 18:02 WIB

PDAM Surabaya Pelototi Pelanggan Bersubsidi, Dirut: Yang Tidak Pantas Ya Dicabut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Nov 2022 12:41 WIB
Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu.
Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu.

selalu.id - PDAM Surya Sembada Surabaya mulai menerapkan penyesuaian tarif air untuk konsumennya. PDAM menyebut akan memberlakukan aturan tegas terkait subsidi bagi konsumen. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu.

"Berkeadilan itu, siapa yang pantas disubsidi ya harus disubsidi, yang tidak pantas ya harus dicabut,"kata Direktur Utama PDAM Surya Sembada Arief Wisnu, Rabu (21/11/2022).

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Arief Wisnu mengatakan, rencana tersebut tentu tidak dengan biaya yang sedikit. Pihaknya, saat ini sedang menghitung untuk prinsip tarifnya dan nantinya yang memutuskan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

"Nanti kami sampaikan lagi ke Wali Kota, mungkin 1-2 hari ini diharapkan beliau sudah memutuskan. Kalau angka, hampir tiap tahun sekitar 50-60 miliar angka subsidinya,"ujarnya.

"Soal keputusan akhir, bagaimana subsidinya dan siapa yang disubsidi itu hak sepenuhnya dari Wali Kota, karena batas akhir penetapan adalah akhir bulan November 2022,"lanjutnya.

Wisnu menyampaikan, penyesuaian tarif tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim. Ia menyebut besarannya yakni Rp. 2.659 per meter kubik (batas bawah).

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Dan angka itu yang menjadi referensi kami.
Saya kira sudah sangat wajar (penyesuain tarif) sudah clear. Kami direksi baru satu tahun tetapi dengan melihat kondisi yang ada. Kemudian melakukan proyeksi mengenai usia teknis dari peralatan produksi, saya pikir ini sesuatu yang wajar untuk dilakukan,"ungkapnya.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, PDAM Surabaya mempunyai pipa di atas umur kelayakan, yakni secara teknis 30-50 tahun dengan panjang 2.018 Kilometer. Menurutnya, rata-rata biaya sekita 1 miliar per kilometer. Artinya, PDAM butuh 2 Triliun.

"Total panjang pipa sekitar 6.200 kilometer, pelanggan sekarang 608.000 dari target 618.000, itu baru ngomong pipa,"jelasnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Ia menambahkan, produksi air bersih PDAM Surabaya saat ini tersalur melalui pipa-pipa tua yang di dalamnya sudah banyak kotoran. Sehingga, pipa-pipa tersebut, seharusnya sudah diganti.

"Kualitas (air bersih) yang dikirimkan ke pelanggan terdampak. Ini yang kami prioritaskan secara bertahap. Makanya tahun ini 150 kilometer, kami berusaha untuk konsisten pertahun, kalau Ndak dilakukan, seperti kami menanam bom waktu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.