Sabtu, 26 Sep 2026 09:57 WIB

Dinkes Jatim Sebut Pasien Gagal Ginjal Anak Didominasi Usia 1-5 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Okt 2022 17:59 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebut sampai saat ini tercatat pasien anak yang terkena penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) total 23 kasus di Jatim. Rata-rata anak tersebut berusia 1-5 tahun.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Ashta Triyono menjabarkan dari 23 kasus di Jatim tersebut. 12 kasus diantaranya meninggal dan 8 kasus sembuh.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Dengan rincian, di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya terdapat 14 kasus dengan 10 meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

Sedangkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang sebanyak 9 kasus anak meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

"Di dr Soetomo menerima kasus dari Balikpapan, lainnya dari Surabaya, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan, yang paling sering 1-5 tahun. Meskipun ada yang lima tahun,"kata dr Erwin, Sabtu (22/10/1022).

dr Erwin menjelaskan, anak-anak yang terkena gejala infeksi ringan harus diwaspadai status dehidrasinya atau cairannya. Sehingga, harus dicermati minumnya atau buang air kecil atau kencingnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

"Minumnya sudah cukup atau tidak. Pipisnya (kencing) sepeti biasa atau tidak, kalau tidak sepeti biasa segera diperiksakan,"ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dr Erwin, pihaknya masih belum memastikan penyebab penyakit gagal ginjal akut terhadap anak-anak. Sehingga, masih misterius.

"Yang perlu dicermati adalah kasus ini akumulasi pada bulan pertengahan Agustus sampai saat ini. Ada dua bulan. Dengan catatan bahwa penyakit ini masih belum jelas penyebabnya,"jelasnya.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Terkait isu obat-obatan sirup pada anak dan pemerintah pusat telah resmi mengumumkan kepada para Apoteker sementara tak memberikan obat sirup.

"Sehingga apapun isu yang dibangun pemerintah pusat terkait dengan obat (sirup) itu bagian dari kehati-hatian. Pemerintah pusat dalam hal ini badan BPOM untuk memastikan apakah bener ada keterkaitan obat tersebut dengan gangguan ginjal akut,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.