Kamis, 04 Jun 2026 17:41 WIB

Dinkes Jatim Sebut Pasien Gagal Ginjal Anak Didominasi Usia 1-5 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Okt 2022 17:59 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebut sampai saat ini tercatat pasien anak yang terkena penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) total 23 kasus di Jatim. Rata-rata anak tersebut berusia 1-5 tahun.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Ashta Triyono menjabarkan dari 23 kasus di Jatim tersebut. 12 kasus diantaranya meninggal dan 8 kasus sembuh.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Dengan rincian, di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya terdapat 14 kasus dengan 10 meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

Sedangkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang sebanyak 9 kasus anak meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

"Di dr Soetomo menerima kasus dari Balikpapan, lainnya dari Surabaya, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan, yang paling sering 1-5 tahun. Meskipun ada yang lima tahun,"kata dr Erwin, Sabtu (22/10/1022).

dr Erwin menjelaskan, anak-anak yang terkena gejala infeksi ringan harus diwaspadai status dehidrasinya atau cairannya. Sehingga, harus dicermati minumnya atau buang air kecil atau kencingnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Minumnya sudah cukup atau tidak. Pipisnya (kencing) sepeti biasa atau tidak, kalau tidak sepeti biasa segera diperiksakan,"ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dr Erwin, pihaknya masih belum memastikan penyebab penyakit gagal ginjal akut terhadap anak-anak. Sehingga, masih misterius.

"Yang perlu dicermati adalah kasus ini akumulasi pada bulan pertengahan Agustus sampai saat ini. Ada dua bulan. Dengan catatan bahwa penyakit ini masih belum jelas penyebabnya,"jelasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Terkait isu obat-obatan sirup pada anak dan pemerintah pusat telah resmi mengumumkan kepada para Apoteker sementara tak memberikan obat sirup.

"Sehingga apapun isu yang dibangun pemerintah pusat terkait dengan obat (sirup) itu bagian dari kehati-hatian. Pemerintah pusat dalam hal ini badan BPOM untuk memastikan apakah bener ada keterkaitan obat tersebut dengan gangguan ginjal akut,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.