Senin, 03 Agu 2026 15:26 WIB

Dinkes Jatim Sebut Pasien Gagal Ginjal Anak Didominasi Usia 1-5 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Okt 2022 17:59 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebut sampai saat ini tercatat pasien anak yang terkena penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) total 23 kasus di Jatim. Rata-rata anak tersebut berusia 1-5 tahun.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Ashta Triyono menjabarkan dari 23 kasus di Jatim tersebut. 12 kasus diantaranya meninggal dan 8 kasus sembuh.

Baca Juga: Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

Dengan rincian, di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya terdapat 14 kasus dengan 10 meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

Sedangkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang sebanyak 9 kasus anak meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

"Di dr Soetomo menerima kasus dari Balikpapan, lainnya dari Surabaya, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan, yang paling sering 1-5 tahun. Meskipun ada yang lima tahun,"kata dr Erwin, Sabtu (22/10/1022).

dr Erwin menjelaskan, anak-anak yang terkena gejala infeksi ringan harus diwaspadai status dehidrasinya atau cairannya. Sehingga, harus dicermati minumnya atau buang air kecil atau kencingnya.

Baca Juga: Perjuangan Keluarga Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Begini Suasana Live Posko Antemortem

"Minumnya sudah cukup atau tidak. Pipisnya (kencing) sepeti biasa atau tidak, kalau tidak sepeti biasa segera diperiksakan,"ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dr Erwin, pihaknya masih belum memastikan penyebab penyakit gagal ginjal akut terhadap anak-anak. Sehingga, masih misterius.

"Yang perlu dicermati adalah kasus ini akumulasi pada bulan pertengahan Agustus sampai saat ini. Ada dua bulan. Dengan catatan bahwa penyakit ini masih belum jelas penyebabnya,"jelasnya.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Terkait isu obat-obatan sirup pada anak dan pemerintah pusat telah resmi mengumumkan kepada para Apoteker sementara tak memberikan obat sirup.

"Sehingga apapun isu yang dibangun pemerintah pusat terkait dengan obat (sirup) itu bagian dari kehati-hatian. Pemerintah pusat dalam hal ini badan BPOM untuk memastikan apakah bener ada keterkaitan obat tersebut dengan gangguan ginjal akut,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.

Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

Sebagian lainnya dipindahkan ke kapal niaga, kapal SAR, hingga kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat

Temuan itu dicurigai setelah lima anak yang berhasil dievakuasi ternyata tidak tercatat dalam dokumen resmi kapal.

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.

JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.