Rabu, 17 Jun 2026 15:16 WIB

Dinkes Jatim Sebut Pasien Gagal Ginjal Anak Didominasi Usia 1-5 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Okt 2022 17:59 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebut sampai saat ini tercatat pasien anak yang terkena penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) total 23 kasus di Jatim. Rata-rata anak tersebut berusia 1-5 tahun.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Ashta Triyono menjabarkan dari 23 kasus di Jatim tersebut. 12 kasus diantaranya meninggal dan 8 kasus sembuh.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot Kadis hingga Pimpro Proyek Maut di Margorejo Surabaya

Dengan rincian, di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya terdapat 14 kasus dengan 10 meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

Sedangkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang sebanyak 9 kasus anak meninggal, 3 sembuh dan 1 sedang dirawat.

"Di dr Soetomo menerima kasus dari Balikpapan, lainnya dari Surabaya, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan, yang paling sering 1-5 tahun. Meskipun ada yang lima tahun,"kata dr Erwin, Sabtu (22/10/1022).

dr Erwin menjelaskan, anak-anak yang terkena gejala infeksi ringan harus diwaspadai status dehidrasinya atau cairannya. Sehingga, harus dicermati minumnya atau buang air kecil atau kencingnya.

Baca Juga: RLD Soroti Ancaman Penghapusan Konten Digital pada Independensi Kerja Jurnalistik

"Minumnya sudah cukup atau tidak. Pipisnya (kencing) sepeti biasa atau tidak, kalau tidak sepeti biasa segera diperiksakan,"ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dr Erwin, pihaknya masih belum memastikan penyebab penyakit gagal ginjal akut terhadap anak-anak. Sehingga, masih misterius.

"Yang perlu dicermati adalah kasus ini akumulasi pada bulan pertengahan Agustus sampai saat ini. Ada dua bulan. Dengan catatan bahwa penyakit ini masih belum jelas penyebabnya,"jelasnya.

Baca Juga: Polisi Usut Proyek Maut di Margorejo Surabaya, Siapa jadi Tersangka?

Terkait isu obat-obatan sirup pada anak dan pemerintah pusat telah resmi mengumumkan kepada para Apoteker sementara tak memberikan obat sirup.

"Sehingga apapun isu yang dibangun pemerintah pusat terkait dengan obat (sirup) itu bagian dari kehati-hatian. Pemerintah pusat dalam hal ini badan BPOM untuk memastikan apakah bener ada keterkaitan obat tersebut dengan gangguan ginjal akut,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Manajemen AMS Group Pecat Pekerja yang Terlibat Jaringan Narkoba

Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas peristiwa yang menimbulkan kekhawatiran tersebut. 

Harga Emas Antam Hari Ini: Alhamdulillah Naik Tipis, Jangan Cemberut Lagi Yaa..

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia ini sejalan dengan emas global.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Membahas Pekerjaan, Kesehatan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua dibahas lengkap.

Pemkab Mojokerto Hibahkan Tanah-Bangunan ke Kementerian Haji dan Umroh

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan.

Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga Maknai Tahun Baru Islam dengan Hijrah

Menurut Khofifah, makna hijrah tidak sekadar perpindahan secara fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Pria Sidoarjo yang Curi Rokok Demi Anak Tak jadi Ditahan, Korban Sepakat Damai

Alfin menjelaskan, hasil dari mediasi di Polsek Pungging antara dirinya dan pelaku setuju untuk berdamai dan laporan kepolisian dicabut.