Kamis, 04 Jun 2026 10:48 WIB

Hampir 3000 Orang Pasien Covid-19 di Surabaya Dinyatakan Sembuh, Ini Datanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 04 Jul 2020 10:52 WIB

 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Surabaya (selalu.id) - Lebih dari dua ribu pasien Covid-19 di Kota Surabaya dinyatakan sembuh. Tren kesembuhan itu terus bertambah. Berdasarkan data terkini dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya hingga Kamis (2/7/2020), jumlah kumulatif pasien yang sembuh mencapai 2.737 orang.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, setiap harinya pasien yang sembuh rata-rata lebih dari seratus orang. Seperti dalam satu hari kemarin, 194 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan. Baik yang isolasi mandiri di rumah, Hotel Asrama Haji Sukolilo, maupun rawat inap di Rumah Sakit (RS).

"Kemarin yang sembuh lebih didominasi pasien dari rawat jalan jumlahnya 155 orang,"kata Febria Rachmanita, Jumat (3/7/2020).

Febria menjelaskan, untuk pasien sembuh dari rumah sakit sebanyak 29 orang. Ia juga merinci, 29 pasien itu terdiri dari RS Premier dua orang, RS Menur dua orang, RS Adi Husada Kapasari satu orang, RSAL dua orang, RS William booth satu orang, RS Bhakti Dharma Husada (BDH) dua orang, RS RKZ satu orang, RS Pura Raharja satu orang, RS Gotong Royong satu orang, RS Husada Utama empat orang, RS Siloam satu orang, RS Undaan Wetan tiga orang, RS National Hospital dua orang, serta RSUD dr Soewandhie satu orang. 

"Sisanya ada yang dari RS PHC dan RSU Haji," papar dia.

Tidak hanya itu, untuk tamu atau pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) dari Hotel Asrama Haji mencapai 10 orang. 

"Mereka semua sudah menjalani test swab dengan hasil negatif. Dan langsung boleh pulang," ungkap dia.

Sementara itu, hingga saat ini total kumulatif orang dalam pemantauan (ODP) dari upaya mentracing atau melacak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebanyak 4.437 orang. Mereka terdiri dari 4.026 yang sudah selesai dipantau atau sembuh. Kemudian sekitar 372 orang masih dalam pemantauan.

"Kemudian, rinciannya yang masih dalam pantauan adalah 346 orang rawat jalan dan 26 rawat inap. Lalu 39 orang meninggal," urainya.

Kepala Dinkes Kota Surabaya ini menambahkan, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlah kumulatifnya yakni  5.116. Dari angka itu, 2.351 adalah pasien yang selesai dipantau. Sementara itu, saat ini ada 2.463 pasien masih terus diberikan intervensi. 

"Terdiri dari 1.093 rawat inap rumah sakit, dan 1.370 rawat jalan isolasi mandiri di rumah," pungkasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.