Senin, 19 Okt 2026 20:42 WIB

Waspada Penyakit Baru Legionellosis, Pemkot Surabaya Keluarkan Surat Edaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Sep 2022 12:59 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina.

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) pencegahan atau waspada dini terkait penyakit Legionellosis yang bisa menyerang semua umur di Surabaya.

"Kita keluarkan Surat Edaran ke Faskes ke Rumah Sakit maupun Klinik itu dalam rangka kewaspadaan dini,,"kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Nanik menyampaikan, kasus penyakit tesebut diketahui sudah ada di luar pulau Jawa. Artinya, di Surabaya belum ada kasus tersebut.

"Kalau saya ketahui diluar jawa sudah ada beberapa. Tapi di Surabaya belum ada kasus penyakit (Legionellosis),"ujarnya.

Sesuai SE Nomor: 443.33/31474/436.7.2/2022, Nanik menjelaskan, sudah disebutkan gejala penyakit tersebut dan tata cara penanganan sesuai SOP.

"Suratnya sudah dikirimkan ke faskes. Misalkan ada warga atau masyarakat yang punya gejala seperti yang kita sebutkan,"ujarnya.

Penyakit Legionellosis, Nanik menyebut, bisa menyerang semua umum. Terutama, khusus untuk usia lanjut yang berersiko tinggi dan memiliki penyakit penyerta atau Komorbit.

"Sekitar 75-80 persen menyerang lebih dari 50 tahun. Jadi kita harus waspada yang sudah lansia plus yang kena Komorbit harus hati-hati,"jelasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Lebih lanjut Nanik menyebut, untuk mendeteksi penyakit Legioenolisis tersebut harus ada tahapan melalui pelaksanaan surveilans Pneumonia.

Kemudian, Influenza Like Illness (ILI) atau Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dengan memanfaatkan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

"Nanti ada screnning juga waspada dini ada tahapan-tahapan yang harus kita lakukan untuk kita tentukan orang itu terkena leoginolisi,"jelasnya.

Untuk gejalanya, lanjutnya, yakni muncul diantaranya batuk berdahak, demam, myalgia (nyeri otot), diare, dispnea (sesak nafas), kehilangan nafsu makan, lemah lesu, dan sakit kepala.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Ia menambahkan, masyarakat diminta untuk waspada dan mengenali penularan penyakit tersebut, dapat melalui udara atau minum air yang mengandung bakteri Legionella.

Bahkan, melalui pemindahan (inokulasi) langsung melalui peralatan terapi pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi.

"Masa inkubasi penyakit Legionellosis antara 2 hingga 10 hari, rata-rata 5-6 hari,"tuturnya.

"Bakteri tersebut dapat hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, air menara sistem pendingin di gedung bertingkat, hotel, spa, pemandian air panas, air tampungan sistem air panas di rumah-rumah, air mancur buatan yang tidak terawat baik, adanya endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran atau benda asing,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.