Rabu, 19 Agu 2026 19:32 WIB

Cucu Mensos Risma Diusir saat Bermain di Ciputra World, Fuad: Jangan Rasis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Sep 2022 09:13 WIB
Tempat bermain di Mal Ciputra World
Tempat bermain di Mal Ciputra World

selalu.id - Cucu Menteri Sosial Tri Rismaharini diusir saat bermain di Playtopia Ciputra Word Surabaya, oleh pegawai lantaran melepas masker. Balita berusia 2 tahun bernama Luigi ini adalah anak kedua dari putra sulung Risma, Fuad Benardi.

Kepada selalu.id, Fuad mengaku, anaknya diusir karena tak pakai masker saat bermain di tempat permainan tersebut. Hal itu membuatnya kecewa, sebab anaknya masih berumur dua tahun.

Baca Juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

"Anak saya umur dua tahun, memang kalau dari dulu dipakaikan masker ndak mau, mesti dicopot,"kata Fuad, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/9/2022).

Fuad menceritakan kronologi pengusiran oleh pegawai tempat bermain tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (31/8/2022) malam. Saat itu, Fuad bersama anak-anaknya berniat bermain di tempat permainan tersebut.

"Jadi istri saya bersama baby sitter terus dibuntuti oleh pegawai disana. Kita itu kaya diawasi,"jelasnya.

Petugas tersebut, lanjut Fuad, menegur dan mengusir lantaran anak bungsunya yang berusia dua tahun tidak mengenakan masker. Fuad pun mengalah dan memilih meninggalkan lokasi lantaran anaknya memang tidak mau dipakaikan masker.

"Ya sudah kita berniat keluar, karena memang kata petugasnya sudah sesuai SOP," imbuhnya.

Baca Juga: Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Namun alangkah terkejutnya, saat hendak keluar, Fuad melihat ada dua anak yang juga bermain tanpa mengenakan masker dan terkesan dibiarkan. Dua anak tersebut disebutkan Fuad dari fisiknya berasal dari salah satu etnis.

"Ada anak cowok sama cewek itu ndak pakai masker tapi gak ada yang ingatkan, yang cewe itu bahkan digendong sama pendampingnya dan dia posisinya dibelakang resepsionis pintu masuk tempat bermainnya itu. Itu gak ada yang peringatkan,"ungkapnya.

Melihat hal itu, Fuad lantas mempertanyakan, kenapa dua anak yang disebutkan dibiarkan, sedangkan anaknya mendapat teguran dan diminta untuk keluar dari lokasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, Ini Syarat dan Kriteria Penilaiannya

"Kalau mereka ngomong SOP harusnya anak yg lain ga pake masker,diingatkan atau diminta keluar, ini kok ndak ada sama sekali,"tuturnya.

Fuad pun protes dan menggunggah postingan di akun instagram bahwa tempat bermain Playtopia disebutkan rasis.

"Apa Karena kami orang jawa? Tolong @playtopia.id jangan jadi tempat bermain rasis,"postingannya di akunnya @fuadbenardi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan kualitas kearsipan secara berkelanjutan. Target dalam RPJMD 2027 ditetapkan mencapai 82, atau setara dengan predikat A.

Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026, Arif Fathoni, mengatakan panitia turut memeriksa penataan zona suporter serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Korban berharap aparat bergerak cepat meringkus pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih jeli terhadap tawaran kerja luar negeri.

Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

Berkoordinasi dengan Satgas BUMN dan BPBD setempat, bantuan logistik dikirim melalui berbagai jalur logistik mulai dari Kupang, Labuan Bajo hingga Surabaya.

HMI Sidoarjo Siap Bantu Pemerintah Berantas Miras Ilegal hingga Pencegahan HIV/AIDS

Subandi berharap HMI dapat berperan aktif menyuarakan edukasi publik, mengawal pembangunan daerah, serta menjadi mitra kritis yang konstruktif melalui gagasan.