Sabtu, 07 Mar 2026 22:45 WIB

Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2026 12:22 WIB
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).

selalu.id - Perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan tak hanya memengaruhi pola konsumsi, tetapi juga ritme tidur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Lailatul Muniroh, mengingatkan risiko gangguan kesehatan jika pola tidur tak dijaga selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Perbedaan Puasa Ramadan dan Intermittent Fasting Menurut Ahli Gizi Unair

Memasuki Ramadan, banyak masyarakat terutama mahasiswa mengalami pergeseran jam tidur akibat sahur, tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang.

Lailatul menyebut, perubahan tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas istirahat tubuh.

“Selain perubahan jam makan, saat puasa juga terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang hingga sahur, durasi dan kualitas tidur akan semakin terganggu,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Lailatul, pola tidur yang berantakan berisiko menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga turunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan hormon stres.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga gangguan regulasi gula darah dan hormon lapar.

“Sebaliknya, tidur berlebihan seperti tidur siang terlalu lama juga tidak baik. Bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Jika kurang aktivitas fisik, metabolisme melambat dan tubuh terasa lebih lemas,” papar Lailatul.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk mulai tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai atau HP sebelum tidur.

Lailatul juga menekankan pentingnya menghindari begadang tanpa keperluan mendesak.

Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dinilai cukup untuk memulihkan energi.

Selain itu, konsumsi kafein saat berbuka perlu dibatasi, aktivitas fisik ringan dianjurkan pada pagi hari, serta sahur dengan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Ramadan adalah momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tutur dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying

Berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah melimpah.

Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan

Khusunya pada hari Sabtu, kawasan pasar selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar menjadikannya sebagai tempat ngabuburit.

Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 

"Mobilnya terbang tinggi, terus terbalik dan nggosrot ada garis putih di jalan," ujar saksi mata Zainul

Vidi Aldiano Tutup Usia

Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun. Ia sebelumnya mengalami sakit kanker ginjal stadium tiga sejak Desember 2019.

Mobil Terbalik di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya, Diduga Laka Tunggal

Mobil itu dalam posisi terbalik saat warga dan pelintas jalan mulai mengerumuni dan mengabadikan peristiwa ini.

Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Pelangi yang tampak melingkupi air terjun menciptakan pemandangan yang mempesona dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.