Jumat, 04 Sep 2026 17:21 WIB

Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2026 12:22 WIB
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).

selalu.id - Perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan tak hanya memengaruhi pola konsumsi, tetapi juga ritme tidur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Lailatul Muniroh, mengingatkan risiko gangguan kesehatan jika pola tidur tak dijaga selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Memasuki Ramadan, banyak masyarakat terutama mahasiswa mengalami pergeseran jam tidur akibat sahur, tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang.

Lailatul menyebut, perubahan tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas istirahat tubuh.

“Selain perubahan jam makan, saat puasa juga terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang hingga sahur, durasi dan kualitas tidur akan semakin terganggu,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Lailatul, pola tidur yang berantakan berisiko menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga turunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan hormon stres.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga gangguan regulasi gula darah dan hormon lapar.

“Sebaliknya, tidur berlebihan seperti tidur siang terlalu lama juga tidak baik. Bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Jika kurang aktivitas fisik, metabolisme melambat dan tubuh terasa lebih lemas,” papar Lailatul.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk mulai tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai atau HP sebelum tidur.

Lailatul juga menekankan pentingnya menghindari begadang tanpa keperluan mendesak.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Surabaya: Usai Seruan Reformasi, Eh Langsung Bubar

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dinilai cukup untuk memulihkan energi.

Selain itu, konsumsi kafein saat berbuka perlu dibatasi, aktivitas fisik ringan dianjurkan pada pagi hari, serta sahur dengan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Ramadan adalah momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tutur dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.