Selasa, 20 Okt 2026 17:49 WIB

Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2026 12:22 WIB
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).

selalu.id - Perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan tak hanya memengaruhi pola konsumsi, tetapi juga ritme tidur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Lailatul Muniroh, mengingatkan risiko gangguan kesehatan jika pola tidur tak dijaga selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Memasuki Ramadan, banyak masyarakat terutama mahasiswa mengalami pergeseran jam tidur akibat sahur, tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang.

Lailatul menyebut, perubahan tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas istirahat tubuh.

“Selain perubahan jam makan, saat puasa juga terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang hingga sahur, durasi dan kualitas tidur akan semakin terganggu,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Lailatul, pola tidur yang berantakan berisiko menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga turunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan hormon stres.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga gangguan regulasi gula darah dan hormon lapar.

“Sebaliknya, tidur berlebihan seperti tidur siang terlalu lama juga tidak baik. Bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Jika kurang aktivitas fisik, metabolisme melambat dan tubuh terasa lebih lemas,” papar Lailatul.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk mulai tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai atau HP sebelum tidur.

Lailatul juga menekankan pentingnya menghindari begadang tanpa keperluan mendesak.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dinilai cukup untuk memulihkan energi.

Selain itu, konsumsi kafein saat berbuka perlu dibatasi, aktivitas fisik ringan dianjurkan pada pagi hari, serta sahur dengan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Ramadan adalah momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tutur dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.