Selasa, 21 Jul 2026 02:39 WIB

Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2026 12:22 WIB
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).

selalu.id - Perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan tak hanya memengaruhi pola konsumsi, tetapi juga ritme tidur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Lailatul Muniroh, mengingatkan risiko gangguan kesehatan jika pola tidur tak dijaga selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Memasuki Ramadan, banyak masyarakat terutama mahasiswa mengalami pergeseran jam tidur akibat sahur, tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang.

Lailatul menyebut, perubahan tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas istirahat tubuh.

“Selain perubahan jam makan, saat puasa juga terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang hingga sahur, durasi dan kualitas tidur akan semakin terganggu,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Lailatul, pola tidur yang berantakan berisiko menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga turunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan hormon stres.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Surabaya: Usai Seruan Reformasi, Eh Langsung Bubar

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga gangguan regulasi gula darah dan hormon lapar.

“Sebaliknya, tidur berlebihan seperti tidur siang terlalu lama juga tidak baik. Bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Jika kurang aktivitas fisik, metabolisme melambat dan tubuh terasa lebih lemas,” papar Lailatul.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk mulai tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai atau HP sebelum tidur.

Lailatul juga menekankan pentingnya menghindari begadang tanpa keperluan mendesak.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Pilih Menjauh saat Seruan Reformasi Demo di Grahadi Surabaya

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dinilai cukup untuk memulihkan energi.

Selain itu, konsumsi kafein saat berbuka perlu dibatasi, aktivitas fisik ringan dianjurkan pada pagi hari, serta sahur dengan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Ramadan adalah momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tutur dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.