Senin, 02 Mar 2026 14:17 WIB

Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2026 12:22 WIB
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).
Ilustrasi begadang sambil main HP. (Dok. Freepik).

selalu.id - Perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan tak hanya memengaruhi pola konsumsi, tetapi juga ritme tidur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Lailatul Muniroh, mengingatkan risiko gangguan kesehatan jika pola tidur tak dijaga selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Perbedaan Puasa Ramadan dan Intermittent Fasting Menurut Ahli Gizi Unair

Memasuki Ramadan, banyak masyarakat terutama mahasiswa mengalami pergeseran jam tidur akibat sahur, tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang.

Lailatul menyebut, perubahan tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas istirahat tubuh.

“Selain perubahan jam makan, saat puasa juga terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang hingga sahur, durasi dan kualitas tidur akan semakin terganggu,” jelasnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Lailatul, pola tidur yang berantakan berisiko menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga turunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan hormon stres.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga gangguan regulasi gula darah dan hormon lapar.

“Sebaliknya, tidur berlebihan seperti tidur siang terlalu lama juga tidak baik. Bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Jika kurang aktivitas fisik, metabolisme melambat dan tubuh terasa lebih lemas,” papar Lailatul.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk mulai tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai atau HP sebelum tidur.

Lailatul juga menekankan pentingnya menghindari begadang tanpa keperluan mendesak.

Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dinilai cukup untuk memulihkan energi.

Selain itu, konsumsi kafein saat berbuka perlu dibatasi, aktivitas fisik ringan dianjurkan pada pagi hari, serta sahur dengan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Ramadan adalah momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tutur dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Wisata Teras Bodo Prigen Pasuruan, Tempat Makan dan Nongkrong Asyik untuk Ngabuburit

Kini, Teras Bodo menjadi destinasi baru yang menyediakan tempat makan dan nongkrong asyik. Cocok untuk ngabuburit.

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

Jenderal TNI (Purn) itu mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 06.58 WIB. 

Dear Bestie, Ingin Eyelash Extension Kamu Tahan Lama? Berikut Caranya

Dengan eyelash extension, bulu mata Anda akan terlihat lebih tebal, panjang, dan lentik tanpa perlu repot-repot menggunakan maskara atau penjepit bulu mata.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Keberuntungan, Dari Karier hingga Jodoh

Ramalan zodiak hari ini masih seputar percintaan, keberuntungan dan karier. Semua diulas lengkap.

Berkunjung ke Surabaya, UKP Pariwisata Dorong Wisata Berbasis Budaya

Zita menyampaikan bahwa wisata religi memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas dampak ekonomi berbasis masyarakat.

Mengenal Sosok Ali Khameini, Murid Sekaligus Suksesor Ruhollah Khomeini 

Selama masa revolusinya bersama Ruhollah Khomeni, Ali Khamenei telah tujuh kali keluar masuk penjara dan mengalami penyiksaan sepanjang kurang lebih 15 tahun.