Kamis, 04 Jun 2026 11:45 WIB

Istri Tersangka Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Angkat Bicara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Agu 2022 22:56 WIB
Istri tersangka kasus pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Istri tersangka kasus pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

selalu.id - Istri tersangka kasus pencabulan di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang, Mas Bechi, Duhrottun muncul dan angkat bicara soal kasus yang menimpa suaminya, Jumat (12/8/2022).

Dihadapan awak media, Sunnah panggilan akrabnya, menyebut kasus tersebut merupakan fitnah dari sekelompok orang.

Baca Juga: Biadabnya Cara Ayah Tiri di Surabaya saat Setubuhi Anak Kembarnya hingga Hamil

Sunnah mengungkapkan, dirinya merasa sedih melihat beban suaminya yang difitnah. Ia mengaku sangat mengetahui sifat Mas Bechi yang baik dan tidak diketahui publik.

"Pemberitaan itu fitnah dan keji, kami keluarga tahu masalah ini. Mereka yang belum tahu sisi baik Mas Bechi banyak kebaikan-kebaikan yang dilakukanya,"ungkap Sunnah, kepasa awak media, saat konferensi pers di Hotel Ibis Jalan Tidar Surabaya.

Misalnya, Sunnah menceritakan bahwa suaminya itu telah membangun rumah layak untuk rakyat miskin, membangun masjid, dan mefasilitasi pengobatan masyarakat yang kurang mampu

"Tapi kita gak pernah mengumbar atau pamer ke teman-teman media,"tuturnya.

Sunnah pun mengaku, juga merasa sedih bahwa hal ini menjadi beban moral dan mental yang dialami Mas Bechi.

Ia menyebut dirinya harus menjadi satu-satunya orang tua yang merawat keempat anaknya pasca Mas Bechi ditahan di Rutan kelas 1 Medaeng.

"Saya sudah melahirkan satu bulan yang lalu, apalagi Kedua anak saya sudah bisa membaca, sudah melihat kabar abahnya di televisi dan Youtube, kenapa abah ada di Tv, ada di Youtube, hal itu menjadi beban psikis bagi mereka dan bagi saya,"

Baca Juga: Biadab! Pria di Surabaya Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Salah Satunya Hamil

Lebih lanjut Sunnah menerangkan, dirinya yakin suaminya tersebut tidak melakukan pemerkosaan. Ia menyebut korban ialah yang mencoba merayu Mas Bechi.

""Saya tau betul, sebetulnya dia (kroban) yang senang dengan suami saya, dia yang berusaha mendekati suami saya, dengan cara merayu lewat chat, mengirim foto selfie karena saya lihat sendiri chat itu," beber Sunnah.

Saat dihadapan media, Sunnah terlihat menahan tangis dengan mata berkaca-kaca. Dia meyakinkan publik bahwa Bechi dan keluarganya adalah korban.

Sebab, atas hal ini nama keluarga besar Shiddiqiyyah sudah dicemarkan.

Baca Juga: Modus Gantian Pijat, Pria di Mojokerto Ini Cabuli Anak Tiri

Ia menyebut, dalam kasus ini, ada sekelompok orang yang disebut sebagai gerombolan. Gerombolan diklaim telah melalukan fitnah terhadap Mas Bechi.

"Sudah tidak satu dua kali mas Bechi difitnah, ini sudah berkali-kali mas Bechi di fitnah, tapi untuk kali ini mereka masukkan ke media, ya itu yang membuat keluarga tidak terima, berita ini negatif sekali," pungkasnya.

Ia menambahkan gerombolan tersebut adalah mantan keluarga Bechi. Mereka disebut ingin menghancurkan Bechi.

"Fitnah ini sangat keji sekali untuk hal pemerkosaan, pencabulan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.