Minggu, 16 Agu 2026 16:11 WIB

Komitmen Pemkot Surabaya Beri Hak Pendidikan hingga Kesehatan Korban Kekerasan Seksual

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Jul 2026 13:15 WIB
Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan hak pendidikan terhadap bunga (nama samaran), korban persetubuhan oleh ayah kandungnya sendiri hingga hamil empat bulan, terpenuhi dengan baik.

Meski tengah mengandung, remaja berusia 17 tahun itu masih mengikuti kegiatan belajar secara daring dengan pendampingan penuh dari pemerintah.

Baca Juga: Kebiasaan Sepele Warga Surabaya Ini Bisa Bikin Damkar Sulit Masuk saat Kebakaran, Ini Penyebabnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan kondisi fisik korban saat ini dalam keadaan baik. Namun, karena korban sedang hamil, pendampingan dilakukan secara lebih intensif.

“Kami melakukan pendampingan berkala oleh psikolog profesional serta konselor rutin. Selain itu juga dilakukan stress release melalui pendekatan keagamaan,” ungkapnya, Kamis (2/7/2026).

Selain pemulihan psikologis, DP3A-PPKB juga memastikan korban mendapat pengawasan kesehatan hingga proses persalinan. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi ibu dan janin.

Ida menegaskan hak pendidikan korban tetap menjadi perhatian utama. Saat ini, korban masih mengikuti proses belajar secara daring agar tidak tertinggal pelajaran.

Baca Juga: Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

“Hak belajar korban juga tetap berjalan sampai saat ini, karena sekolah online atau daringnya tetap berlangsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, DP3A-PPKB juga mendampingi korban selama proses hukum berlangsung, mulai dari pemeriksaan di kepolisian hingga persidangan.

Mengenai tempat tinggal, Ida menjelaskan korban tidak ditempatkan di shelter milik Pemkot Surabaya. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi psikologis korban yang merasa lebih nyaman berada di rumah aman milik sebuah yayasan gereja.

Baca Juga: Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

“Saat ini korban lebih nyaman tinggal di rumah aman milik yayasan gereja. Kami tidak memaksa korban masuk shelter, yang terpenting korban sehat, aman, dan nyaman,” tegasnya.

Meski berada di rumah aman, Pemkot Surabaya tetap berkoordinasi dengan pihak yayasan dan gereja untuk memantau perkembangan kondisi psikologis korban secara berkala.

Pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban, terutama ibu kandungnya, agar mampu memberikan dukungan moral selama proses pemulihan berlangsung.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Beredar Kabar Pelaku Teror Molotof Pos Polisi di Surabaya Ditangkap

Pengamanan ini dilakukan setelah melakukan polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa kemarin malam.

Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

Eri menyebut penanganan genangan jadi salah satu dari tiga prioritas utama pembangunan pada 2027. Dua prioritas lainnya yakni pengaspalan jalan dan PJU.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.

Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Kapolda NTT dan unsur Forkopimda merencanakan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Setidaknya ada sekitar 200 warga yang mengikuti kegiatan serentak secara nasional ini, dari berbagai unsur.