Komitmen Pemkot Surabaya Beri Hak Pendidikan hingga Kesehatan Korban Kekerasan Seksual
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 02 Jul 2026 13:15 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan hak pendidikan terhadap bunga (nama samaran), korban persetubuhan oleh ayah kandungnya sendiri hingga hamil empat bulan, terpenuhi dengan baik.
Meski tengah mengandung, remaja berusia 17 tahun itu masih mengikuti kegiatan belajar secara daring dengan pendampingan penuh dari pemerintah.
Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan kondisi fisik korban saat ini dalam keadaan baik. Namun, karena korban sedang hamil, pendampingan dilakukan secara lebih intensif.
“Kami melakukan pendampingan berkala oleh psikolog profesional serta konselor rutin. Selain itu juga dilakukan stress release melalui pendekatan keagamaan,” ungkapnya, Kamis (2/7/2026).
Selain pemulihan psikologis, DP3A-PPKB juga memastikan korban mendapat pengawasan kesehatan hingga proses persalinan. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi ibu dan janin.
Ida menegaskan hak pendidikan korban tetap menjadi perhatian utama. Saat ini, korban masih mengikuti proses belajar secara daring agar tidak tertinggal pelajaran.
Baca Juga: Terdakwa Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina di Surabaya Divonis Tiga Tahun 10 Bulan
“Hak belajar korban juga tetap berjalan sampai saat ini, karena sekolah online atau daringnya tetap berlangsung,” jelasnya.
Tak hanya itu, DP3A-PPKB juga mendampingi korban selama proses hukum berlangsung, mulai dari pemeriksaan di kepolisian hingga persidangan.
Mengenai tempat tinggal, Ida menjelaskan korban tidak ditempatkan di shelter milik Pemkot Surabaya. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi psikologis korban yang merasa lebih nyaman berada di rumah aman milik sebuah yayasan gereja.
Baca Juga: Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen dan Dividen Terus Meningkat
“Saat ini korban lebih nyaman tinggal di rumah aman milik yayasan gereja. Kami tidak memaksa korban masuk shelter, yang terpenting korban sehat, aman, dan nyaman,” tegasnya.
Meski berada di rumah aman, Pemkot Surabaya tetap berkoordinasi dengan pihak yayasan dan gereja untuk memantau perkembangan kondisi psikologis korban secara berkala.
Pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban, terutama ibu kandungnya, agar mampu memberikan dukungan moral selama proses pemulihan berlangsung.
Editor : Zein Muhammad