Peduli Kesehatan Masyarakat, NasDem Surabaya Bagi 650 APD untuk Kampung Tangguh
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 17 Jun 2020 13:14 WIB
Surabaya (selalu.id) - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) NasDem Surabaya membagikan sebanyak 650 alat pelindung diri (APD) kepada seluruh Rukun Warga (RW) di Kota Surabaya. Masing-masing RW akan mendapat tiga APD.
Setiap APD terdiri dari baju hazmat, kacamata, sarung tangan dan masker medis. Pembagian digelar di kantor NasDem Surabaya, Rabu (17/6/2020). Kegiatan pembagian APD ini merupakan inisiatif dari NasDem Surabaya, dan bukan acara yang digelar serentak secara nasional.
Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam
"Kami ingin membantu Surabaya dalam melawan COVID-19. Mengingat Surabaya merupakan zona merah," kata Ketua DPD Nasdem Surabaya, Robert Simangunsong.
Dia menambahkan, secara khusus, pembagian APD ini diperuntukkan bagi Kampung Tangguh di Surabaya. Di setiap RW di Surabaya semuanya sudah terbentuk Kampung Tangguh guna menangkal COVID-19. Dari tiga APD yang dibagikan ke masing-masing RW tersebut, satu untuk sopir dan dua untuk pengantar pasien COVID-19.
Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin
"Kami berharap agar COVID-19 segera bisa dikendalikan," tandasnya.
Sementara itu, pengurus RW 4 Kelurahan Rangkah Kecamatan Tambaksari, Andrayati menyambut baik bantuan APD dari Partai NasDem ini. APD ini sangat penting untuk melindungi siapapun yang mengurusi maupun menangani pasien COVID-19.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD
"Sejauh ini di wilayah kami belum tersedia baju-baju ini (pelindung diri). Jadi adanya bantuan ini kami sangat berterimakasih," terangnya.
Sementara itu, pada Senin (15/6/2020) data dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id menunjukkan, jumlah pasien positif COVID-19 di Surabaya tembus 4.119 orang.
Adapun jumlah orang dengan risiko (ODR) 7.176 orang, orang tanpa gejala (OTG) 4.612 orang, orang dengan pemantauan (ODP) 4.124 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) 3.844 orang.
