Kamis, 04 Jun 2026 17:12 WIB

Produser Laskar Pelangi Bakal Bikin Film Soal Surabaya, Tunggu Tanggal Mainnya!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Agu 2022 20:13 WIB
Diskusi para pembuat film dengan Wali Kota Surabaya
Diskusi para pembuat film dengan Wali Kota Surabaya

selalu.id - Produser Film Nasional, Avesina Soebli bakal menggarap film romantis di Surabaya, mulai bulan September 2022.

Film yang berjudul 'Karena Cinta Bukan Bayangan' ini, rencananya, akan tayang di bioskop pada awal tahun 2023.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Avesine Soebli yang juga produser film dari Sepatu Presiden, Perahu Kertas hingga Laskar Pelangi ini bakal mengenalkan potensi-potensi wisata, kuliner serta budaya Surabaya pada filmnya.

"Semoga film ini bisa dinikmati. InsyaAllah sekitar kuarter pertama tahun depan. Kita akan coba mengajak para pemain-pemain yang sudah dikenal luas, sudah populer," kata Avesina, Rabu (3/8/2022).

Namun, Avesina enggan menyebut nama-nama pemeran film tersebut. Menurutnya harus dirahasiakan agar menjadi suprise.

"Mudah-mudahan jadi surprise yang akan terlibat di dalam film ini," ujarnya.

Ia pun membocorkan sedikit terkait alur cerita itu, yakni bagaimana ketika orang Surabaya itu pergi ke mana pun, maka akan kembali lagi ke Kota Surabaya.

"Ada rasa cinta, Surabaya ini nyawa. Jadi, orang dari manapun pasti pulangnya ke Surabaya. Nah, nyawa ini yang akan kita ceritakan dalam kisah cinta yang sangat manis," ungkapnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Film tersebut, kata dia, bakal disutradarai oleh Benni Setiawan. Yakni, sosok penulis skenario sekaligus sutradara dalam film Layangan Putus.

"Dulu pernah bikin film di Surabaya, kok kita ini bisa larut di Surabaya ingin balik lagi, ingin balik lagi. Nah, suasana hati ini yang saya ajak di dalam film ini. Karena nyawanya itu beda dengan saya datang ke kota-kota lain," ungkapnya.

Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi manambahkan, Produser film telah silaturahmi ke Pemkot sekaligus meminta izin akan memproduksi film di Surabaya.

Eri pun mengaku senang Surabaya dipilih sebagai lokasi pembuatan film tersebut. Menurutnya, hal ini sesuai pemikiran dia untuk memperkenalkan Surabaya, bukan hanya dari sisi pekerjaan. Namun, dari seni hiburan.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Karena Surabaya hari ini yang kita kenal kan luar biasa. Ada Tunjungan Romansa, Susur Sungai (Kalimas) nanti Insyaallah juga kita bentuk Kya-kya," kata Eri

Saat ditanya apakah akan terlibat dalam pembuatan film tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi mengaku bakal melihat dulu bagaimana alur ceritanya. Jika dinilai alur cerita film tersebut cocok, ia pun bersedia terlibat di dalamnya.

"Ya kita lihat nanti kalau jadi orang muda ya tidak pantas, saya kan (umur) 45. Kalau misalnya nanti diajak atau diminta ya kita lihat dulu, pantas atau tidak. Kalau pantas ya dilakoni (dijalani)," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.