Selasa, 03 Feb 2026 03:54 WIB

Rangkaian HAN, Kemensos Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Korban Gempa Majene

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Jul 2022 14:46 WIB
Anak-anak pengungsian korban gempa Majene, Sulawesi Barat saat mengikuti teleconference dengan Presiden Jokowi
Anak-anak pengungsian korban gempa Majene, Sulawesi Barat saat mengikuti teleconference dengan Presiden Jokowi

selalu.id - Tim Layanan Dukungan Psikososial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengunjungi anak-korban gempa di Majene, Sulawesi Barat. Anak-anak tersebut dihibur dengan berbagai kegiatan, diantaranya bernyanyiserta games-games seru.

Presiden Joko Widodo pun ikut menyapa anak-anak ini melalui sambungan komunikasi jarak jauh.

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Atas arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, peringatan Hari Aanak Nasional 2022 juga dirayakan secara nasional dengan berbagai kegiatan.

Melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Kementerian Sosial hadir mengajak anak-anak korban gempa di lokasi pengungsian di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat untuk ikut merayakan HAN 2022 yang jatuh pada hari ini, Sabtu 23 Juli.

Direktur PSKBA, Iyan Koesmadiana mengatakan, kegiatan hari ini bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak di pengungsian dengan kegiatan HAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA) agar terhubung secara virtual.

"Hari ini kita mengikuti kegiatan HAN yang dilaksanakan oleh KPPPA melalui virtual meeting. Tadi ada Pak Jokowi juga menyapa lewat zoom," ucapnya.

Kemensos telah memulai rangkaian HAN 2022 sejak tanggal 21 Juli dan akan berakhir pada tanggal 1 Agustus 2022.

"Kami sudah mulai sejak kemarin (21/7). Sudah dilaksanakan Tagana Masuk Sekolah di sebelas titik, kemudian tadi ada penanaman 10.000 pohon mangrove bersama anak-anak," jelasnya.

Tagana Masuk Sekolah (TMS) telah selesai dilaksanakan di 8 SD, 1 SMP, 1 MTs, dan 1 SMK. Iyan mengatakan TMS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anak-anak di lokasi rawan bencana agar siap menghadapi potensi kejadian bencana di wilayahnya.

Sementara itu, dari aspek kesehatan, Iyan mengatakan PSKBA bekerja sama dengan Sentra Tepadu Prof Dr. Soeharso Solo dan Sentra Pangurangi Takalar untuk menyediakan fasilitas kesehatan.

"Hari ini (23/7) bersama sentra, kita adakan sunatan massal, pemeriksaan mata, gigi, dan juga vaksin untuk anak-anak," tuturnya.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Menurut Iyan, pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada 41 dari 450 anak korban pengungsi, dan yang belum akan dilaksanakan selama rangkaian kegiatan hingga tanggal 1 Agustus nanti.

Di sisi lain, PSKBA juga telah memulai pembangunan SDN 28 SDN 28 Aholeang yang terdampak gempa.

"Atas instruksi Ibu Menteri (Mensos), hari ini kita mulai pembangunan sekolah di SDN 28 Aholeang. Ada tiga unit kelas yang akan bangun, masing-masing ukuran 6x6 (meter). Sampingnya kita bangun 2 unit toilet, kanan kiri," ungkapnya.

Iyan mengungkapkan Konstruksi ruang kelas akan dibuat secara permanen dan tahan terhadap gempa sehingga dapat difungsikan menjadi ruang serbaguna atau lokasi penampungan sementara jika terjadi bencana.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Kemensos juga telah meyalurkan paket bantuan peralatan sekolah kepada 141 anak dari 450 anak yang telah diasesmen.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Selanjutnya, untuk memberikan pemenuhan hak sipil, PSKBA memfasilitasi Penerbitan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak korban bencana di lokasi hunian sementara.

"Kita fasilitasi juga pembuatan akta kelahiran dan kartu identitas anak. Secara simbolis tadi ada 10 anak, yang lain akan menyusul dan target akan selesai di tanggal 1 Agustus," ungkap Iyan.

Terakhir ia menyampaikan rangkaian kegiatan HAN akan terus berlangsung hingga acara puncak yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus di Lombok Timur.

"Total ada 700 anak terdampak gempa di Majene yang jadi target kita, jadi pekerjaan kami masih banyak hingga acara puncak nanti," ucapnya.

Adapun peringatan HAN di lokasi pengungsian Desa Mekatta dihadiri langsung oleh Bupati Majene H.A Achmad Syukri, Wakil Bupati Majene Aris Munandar, Sekretaris Daerah Majene Ardiansyah, dan unsur Forkopimda Majene. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.