Jumat, 04 Sep 2026 19:17 WIB

Komitmen Ciptakan Rumah Ibadah Ramah Anak, Gereja di Jatim Gelar Deklarasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Jul 2022 16:27 WIB
Acara deklarasi ramah anak pada Musyawarah antar gereja Jawa Timur
Acara deklarasi ramah anak pada Musyawarah antar gereja Jawa Timur

selalu.id - Menyambut Hari Anak Nasional, Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB ) Regional Jawa Timur menggelar deklarasi ramah anak, Sabtu (23/7/2022).

Dengan maraknya kondisi kekerasan seksual terhadap anak, khususnya ditempat ibadah. Gereja-gereja di Jawa Timur berkomitmen untuk menciptakan rumah ibadah ramah anak.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Gereja konsen untuk menolong anak-anak mengenal tuhan agar selamat jiwanya," ujar Ketua 1 Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jawa Timur, Pdt Royo Haryono.

Royo mengatakan, untuk mewujudkan Gereja ramah anak, salah satunya mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik.

"Anak-anak harus dilindungi dari kekerasan baik itu, kekerasan bentuk perkataan, kekerasan seksual, dan kekerasan yang lain," ujarnya.

Bahkan, Royo menjelaskan bahwa gereja di Jawa Timur, telah membuat modul yang berkaitan dengan gerakan ramah anak. Di dalamnya berisi tentang prosedur perlindungan terhadap anak.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Jadi ada prosedur-prosedur tentang perlindungan terhadap anak, termasuk pendampingan ketika anak-anak itu, berurusan dengan hukum, ketika anak-anak mengalami manipulasi dari orang dewasa," jelasnya.

Lebih lanjut Royo menjelaskan, gereja juga membekali kepada staf terkait kekerasan seksual agar tidak menjadi pelaku kekerasan.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar lingkungan gereha tidak terjadi kekerasan pada anak. Salah satu upayanya yakni mengadakan seminar kekerasan seksual.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Gereja juga membentuk staf perlindungan anak di Gereja. Lalu juga membekali mereka dengan bekal bagaimana bertindak secara prosedural terhadap perlindungan terhadap anak," jelasnya.

Analisis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Galih Pramboko, megatakan deklarasi ini sebagai bentuk kepedulian untuk semua lembaga atau yang terkait penanganan masalah anak. Apalagi, masih ada terjadi kekerasab seksual di lembaga keagamaan.

"Delakrasi ini, gereja bisa menjadi tempat yang ramah untuk anak. Mereka bisa bertumbuh dengan baik. Hingga menjadi generasi yang baik," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.