Kamis, 04 Jun 2026 17:10 WIB

Komitmen Ciptakan Rumah Ibadah Ramah Anak, Gereja di Jatim Gelar Deklarasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Jul 2022 16:27 WIB
Acara deklarasi ramah anak pada Musyawarah antar gereja Jawa Timur
Acara deklarasi ramah anak pada Musyawarah antar gereja Jawa Timur

selalu.id - Menyambut Hari Anak Nasional, Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB ) Regional Jawa Timur menggelar deklarasi ramah anak, Sabtu (23/7/2022).

Dengan maraknya kondisi kekerasan seksual terhadap anak, khususnya ditempat ibadah. Gereja-gereja di Jawa Timur berkomitmen untuk menciptakan rumah ibadah ramah anak.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Gereja konsen untuk menolong anak-anak mengenal tuhan agar selamat jiwanya," ujar Ketua 1 Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jawa Timur, Pdt Royo Haryono.

Royo mengatakan, untuk mewujudkan Gereja ramah anak, salah satunya mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik.

"Anak-anak harus dilindungi dari kekerasan baik itu, kekerasan bentuk perkataan, kekerasan seksual, dan kekerasan yang lain," ujarnya.

Bahkan, Royo menjelaskan bahwa gereja di Jawa Timur, telah membuat modul yang berkaitan dengan gerakan ramah anak. Di dalamnya berisi tentang prosedur perlindungan terhadap anak.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Jadi ada prosedur-prosedur tentang perlindungan terhadap anak, termasuk pendampingan ketika anak-anak itu, berurusan dengan hukum, ketika anak-anak mengalami manipulasi dari orang dewasa," jelasnya.

Lebih lanjut Royo menjelaskan, gereja juga membekali kepada staf terkait kekerasan seksual agar tidak menjadi pelaku kekerasan.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar lingkungan gereha tidak terjadi kekerasan pada anak. Salah satu upayanya yakni mengadakan seminar kekerasan seksual.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Gereja juga membentuk staf perlindungan anak di Gereja. Lalu juga membekali mereka dengan bekal bagaimana bertindak secara prosedural terhadap perlindungan terhadap anak," jelasnya.

Analisis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Galih Pramboko, megatakan deklarasi ini sebagai bentuk kepedulian untuk semua lembaga atau yang terkait penanganan masalah anak. Apalagi, masih ada terjadi kekerasab seksual di lembaga keagamaan.

"Delakrasi ini, gereja bisa menjadi tempat yang ramah untuk anak. Mereka bisa bertumbuh dengan baik. Hingga menjadi generasi yang baik," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.