Kamis, 04 Jun 2026 13:09 WIB

PMI Surabaya Buang Ratusan Kantong Darah, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Jul 2022 17:00 WIB
Stok darah di PMI Surabaya
Stok darah di PMI Surabaya

selalu.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya membuang ratusan kantong darah yang terkena penyakit menular. Sebanyak 514 kantong darah tersebut dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

"Untuk pembuangan kita lakukan dengan dikumpulkan di TPS kemudian akan diambil oleh pihak ke-3 untuk dimusnahkan," kata Kabag Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya, dr Wandai Rasoetedja, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

dr Wandai menjelaskan, pembuangan tersebut sesuai protokol TPS yang ada di UTD PMI. Nantinya diambil dua kali sehari oleh pihak ke 3, lalu dimusnahkan atau incenerator.

"Proses pembuangannya itu kalau dari laboratorium IMLTD hasilnya reaktif, kantong darahnya diambil lalu dikumpulkan, lalu diangkut oleh petugas limbah B3," jelasnya.

Lebih lanjut dr Wandai menyampaikan bahwa darah yang tidak bisa didonorkan adalah darah yang tidak berkualitas seperti darah yang rusak.

Darah rusak tersebut, Kata dia, darah yang warnanya berubah, seperti berwarna kuning keruh dan hijau.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Ini kita anggap ini darah tidak bisa dipakai.

Darah dengan kadar kolesterol tinggi biasanya darahnya jadi warna putih susu plasmanya. Warna darahnya keruh. Itu kan nggak bisa dipakai,"tuturnya.

Ia menambahkan, untuk stok darah saat ini berjumlah 508 kantong untuk sel darah merah pekat. Trombosit 197 kantong, darah lengkap whole blood ada 70 kantong.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Permintaan RS rata-rata sekitar 250-300 kantong per hari,"terangnya.

Saat ini, untuk pendonor masih aman. Sebab ada kenaikan sekitar 60 persen. Artinya, pendonor per hari bisa mencapai 300-350 orang per hari.

"Kasus IMLTD yang sampai mempengaruhi stok nggak pernah ada,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.