Kamis, 04 Jun 2026 22:33 WIB

Eri Cahyadi Disebut Berpotensi Tandingi Khofifah di Pilgub Jatim 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Jun 2022 19:11 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kanan) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam suatu acara. Foto: Kominfo Jatim
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kanan) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam suatu acara. Foto: Kominfo Jatim

selalu.id - Nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi moncer di Surabaya bahkan Jawa Timur. Berdasar hasil survei Poltracking, Eri Cahyadi menempati peringkat kedua setelah Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistiano Dardak dengan 13,2 persen.

Angka ini secara otomatis menjadikan legitimasi nama Eri Cahyadi untuk berpeluang dalam palagan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo menyebut bahwa Eri Cahyadi berpotensi menjadi kandidat potensial yang dapat dijagokan untuk bertarung di Pilgub Jatim 2024.

"Potensi ada, sepanjang bisa mengelolanya. Mas Eri memang punya potensi," ujar Suko saat dikonfirmasi selalu.id.

Kemunculan nama Eri seakan menjadi angin segar bagi PDIP, pasalnya partai berlambang banteng moncong putih tersebut 3 kali puasa kemenangan di Jawa Timur yang merupakan salah satu kantong penyumbang suara terbesar PDIP.

"Eri diuntungkan berada di ibukota Jawa Timur, tetapi masih perlu membangun komunikasi politik lebih luas dengan lembaga politik dan publik Jatim," imbuh Suko.

Jika merujuk peryataan Suko Widodo, Eri Cahyadi hanya perlu dukungan mesin politik PDIP yang solid.

Senada denga Suko, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Madura, Surokhim Abdussalam mengatakan, bahwa Eri memiliki potensi untuk maju pada kancah pertarungan Pilgub Jatim 2024.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Potensi ada (calon Wagub Jatim), tapi saya kira tipis," ujar surokhim saat dikonfirmasi selalu.id.

Tipisnya potensi Eri tersebut dapat disokong dengan pemilihan pasangan yang tepat serta kinerja mesin partai PDIP yang solid. Terlebih Eri belum pernah berkeliling ke wilayah Jawa timur secara khusus soal pilkada, namun memperoleh angka survei yang lumayan tinggi.

Surokhim menyebut bahwa posisi Eri sebagai Wali Kota Surabaya diuntungkan secara geopolitik.

"Surabaya kan juga ibukota Provinsi secara geopolitik. Pasti pemimpin Surabaya diuntungkan," ujarnya.

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan


Sosok Eri Cahyadi sendiri diketahui memiliki basis massa yang tidak dimiliki oleh kader PDIP lainnya. Eri Cahyadi dikenal akrab dengan kelompok Nahdiyin dan memiliki sejarah kuat disana. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi PDIP.

Secara keseluruhan sosok Eri Cahyadi pantas untuk dipertimbangkan oleh PDIP untuk menuntaskan dahaga kekalahan selama 3 kali berturut masa jabatan Gubernur Jawa Timur.

Diketahui kekalahan pertama PDIP saat mengusung Sucipto-Ridwan Hisjam yang dikalahkan oleh Soekarwo-Saifullah Yusuf. Kekalahan kedua PDIP mengusung Bambang DH-Said Abdullah versus Seokarwo-Saifullah Yusuf, dan yang terakhir PDIP mengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno melawan Khofifah-Emil Elistiano Dardak.

Momen moncernya Eri Chayadi ini patut menjadi perhatian oleh DPP PDIP untuk mempertimbangkan 'naik kelasnya' Eri Cahyadi ke kancah pertarungan Pilgub Jatim 2024. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.