Kamis, 04 Jun 2026 10:11 WIB

Kasus Covid-19 di Surabaya Kembali Meningkat, Dinkes: Gejala Ringan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Jun 2022 10:01 WIB
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukritisna
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukritisna

selalu.id - Kasus Covid-19 di Surabaya mengalami peningkatan, terutama pada pascalibur lebaran lalu. Tercatat sekitar 20 hingga 30 kasus dilaporkan perharinya.

"Sampai hari ini tadi kita kasus aktif di Kota Surabaya 90 kasus. Rata-rata naik 30an, naik turun. Tapi beberapa hari terakhir ada peningkatan. Mudahan tidak terlalu lama, dan bisa turun kembali," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukritisna, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Nanik menyampaikan, dari 90 kasus tersebut, sebanyak 28 orang sedang dirawat di rumah sakit dan sisanya memilih insoman di rumah.

"Gejala masih sama seperti yang lama kategori ringan,"tuturnya.

Faktor kenaikan kasus covid-19 di Surabaya, menurut Nanik, disebabkan perjalanan warga dari luar negeri seperti di Jakarta yang saat ini meningkat tajam.

"Jadi masyarakat juga sekarang sudah mulai longgar terhadap prokes, itu mungkin jadi penyebabnya, apalagi Surabaya masih di level 1, jadi jangan lupa tetap cuci tangan kemudian pakai masker,"jelasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk vaksin masih cukup tersedia. Sehingga, Dinkes menghimbau warga untuk segera booster dan menghubungi puskesmas.

"Kita siap di 63 puskesmas. Kita juga minggu kemarin buka di Galaxy Mall untuk masyarakat yang tidak sempat ke puskesmas, mungkin lagi ngemal mereka bisa mampir,"tuturnya.

Nanik menambahkan, total vaksin nonlansia saat ini sudah 100 persen dari masyarakat yang siap vaksin.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Jadi mereka yang sudah lebih dari 3 bulan dosis kedua itu sudah lebih dari 100 persen,"tuturnya.

Sedangkan, vaksin untuk lansia masih posisi 55,9 persen. Kemudian, cakupan booster sebanyak 42,2 persen dari angka 936.298.

"Persediaan vaksin kita cukup. InsyaAllah. Ada di semua puskesmas. Berapapun masyarakat kita akan penuhi. Jadi sampai saat ini, kita ada ketersediaan untuk semua dosis InsyaAllah cukup,"pungkasnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.