Kamis, 22 Okt 2026 21:39 WIB

Tunggu Izin BPOM, Vaksin Merah Putih Siap Diuji Klinis Fase 3

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Jun 2022 18:09 WIB
Ilustrasi vaksin. Foto: Istimewa
Ilustrasi vaksin. Foto: Istimewa

selalu.id - Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) tak lama lagi akan memasuki uji klinis fase tiga. Sebelumnya vaksin ini telah masuk uji klinis fase satu dan dua pada 9 Februari 2022 lalu.

Rektor Unair, Prof Muhammad Nasih mengatakan bahwa uji klinis tiga ini telah menyerahkan sepenuhnya urusan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

"Artinya, UNAIR siap melaksanakan uji klinis fase 3 kapan pun sesuai ijin dari BPOM," kata Prof Nasih, Minggu (12/6/2022).

Prof Nasih menyampaikan, seperti fase-fase sebelumnya, Vaksin Merah Putih Unair yang telah ditunggu oleh jutaan masyarakat Indonesia ini membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Indonesia.

"Kebutuhan relawan untuk menjadi subyek pada fase 3 ini cukup banyak, mencapai sekitar 3500-4000 relawan,"jelasnya.

Untuk itu, Nasih mengungkapkan, peran serta masyarakat, terutama yang belum pernah divaksin untuk menjadi bagian dalam sejarah bangsa Indonesia juga sangat ditunggu

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Sehingga, Vaksin Merah Putih Unair ini dapat segera dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia.

"Unair berharap dapat memenuhi timeline yang dirancang, agar karya anak bangsa ini bermanfaat secara optimal untuk negara," ucap Prof Nasih.

Lebih lanjut, Prof Nasih menerangkan, proses riset dan pengembangan Vaksin Merah Putih UNAIR ini sudah bekerja sama dengan berbagai pihak.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Termasuk dalam hal pembiayaan untuk fase 3 juga sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Vaksin Merah Putih ini mulai A-Z-nya dikelola dan kemudian di-manage dikembangkan oleh putra putri Indonesia dan di dalam laboratorium yang ada di Indonesia,"terangnya.

"Tentu ini menjadi awal yang bagus dan sekali lagi kami sedang menunggu arahan kawan-kawan yang punya otoritas di sini yakni BPOM,” terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.