Kamis, 04 Jun 2026 08:34 WIB

Ini Ciri-ciri Pria yang Mengencani Wanita Tewas Telanjang di Hotel Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Jun 2022 17:15 WIB
Evakuasi jenazah wanita tewas di hotel di Surabaya
Evakuasi jenazah wanita tewas di hotel di Surabaya

selalu.id - Seorang wanita paruh baya berisinial S (54) ditemukan meninggal di Hotel Hasma Jaya Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Rabu (1/6/2022) siang kemarin.

Namun, meninggalnya S tersebut ada kejanggalan. Pasalnya, jasad korban pertama kali ditemukan dalam kondisi telanjang dengan posisi separuh badan masuk bak mandi yang berisi air.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Shokip, mengatakan, berdasar rekaman camera closed circuit television (CCTV) korban terlihat cek in bersama pria pada Senin (31/5/2022) dini hari.

Shokip menjelaskan yang dicari oleh polisi itu terpantau menggunakan masker, jaket dan topi. Sayangnya, rekaman CCTV untuk dijadikan bukti itu tidak merekam kendaraan terduga pelaku.

"Di CCTV keliatan pakai topi, masker dan jaket. Keliatan jalan berdua, masuk bareng, terus (si pria) keluar sendiri jalan kaki juga. Untuk kendaraan gak keliatan, mereka hanya keliatan jalan kaki," kata Shokip, Kamis (2/6/2022).

Saat ini, kata Shokip, jenazah korban sudah berada di kamar mayat RSUD dr. Soetomo. Sedangkan, untuk pelaku masih dalam penyelidikan.

"Jenazah sudah di RS Soetomo. Untuk pelaku, masih dalam lidik ," pungkasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sebelumnya, Kanit Binmas Polsek Sawahan, Hidayat Nurahman, mengatakan dalam keterangan saksi atau petugas hotel mengaku kamar no 42 Lantai 2 tersebut sudah check-in dua hari bersama pria.

"Informasi dari pihak hotel tanggal 31 kemarin. Kita masih belum bisa memastikan,(diduga dibunuh) kita masih dalami," kata Hidayat, Rabu (1/6/2022) kemarin.

Hidayat menjelaskan kronologi saat menemukan jenazah tersebut, petugas hotel curiga ketika waktu cek out tidak kunjung keluar. Sebab dalam keterangan hotel hanya sewa 1 x 24 jam.

"Saksi tadi pagi dicek dari cendela TV serta kipas angin kondisi masih menyala. Namun lampu dimatikan. Tidak telihat penguni kamar,"ujarnya

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Petugas hotel menunggu sampai siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Hidayat menjelaskan, pihak hotel langsung melakukan pengecekan kembali ke kamar tersebut dengan pintu masih terkunci.

"Sempat dipanggil beberapa kali oleh saksi namun tidak ada respon,"ucapnya.

Kemudian, kata dia, petugas hotel membuka kamar tersebut dengan kunci cadangan. Setelah berhasil buka pintu, petugas mencium bau tidak sedap.

"Saat petugas hotel menyalakan lampu, ia melihat jenazah wanita di dalam kamar mandi dengan posisi terkelungkup diatas bak mandi tidak berbusana,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.