Rabu, 22 Jul 2026 17:02 WIB

Kritik Karut Marut Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Gambar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 13:06 WIB

Surabaya (selalu.id) - Carut marut penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 berdampak pada aspek kesehatan hingga sosial ekonomi. Menyikapi pandemi yang kian meluas, khususnya di Indonesia, banyak cara dilakukan kalangan seniman dalam menyampaikan kritik.

Salah satunya melalui media gambar mural dengan menyampaikan pelbagai pesan pada pemerintah dan masyarakat. Para seniman mural di Indonesia pun kompak melakukan aksi yang sama, menggambar mural di dinding. Menyampaikan pesan perang melawan pandemi lewat seni.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo W menjelaskan, kritik melalui media gambar itu mengambil tema Seni Melawan Pandemi. Mural serentak itu didukung dan diikuti oleh street artist dan seniman seniman embongan dari beberapa kota di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Kediri, Madura, Sidoarjo, Tangerang, Depok, Jakarta, Solo, Denpasar, hingga Makasar.

Seni gambar di dinding itu diwujudkan dengan pelbagai jenis dan teknik karya masing-masing. Mulai dari graffiti, mural, stencil, sticker bomb yang dikerjakan secara kelompok atau individu.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Jika pandemi Covid 19 adalah penyakit yg menyebar luas secara global dan bisa mengakibatkan dampak buruk, maka sama jika kami mengartikan bahwa pandemi adalah korupsi, permainan politik, kerusakan lingkungan, korporasi jahat, kekuasaan, peperangan, hingga hilangnya rasa kemanusiaan. Karena itu semua juga berdampak buruk bagi masyarakat dan umat manusia," jelas Xgo, Minggu (18/5/2020) malam.

Menurutnya, Seni Melawan Pandemi itu menjadi gerakan street art untuk melawan pandemi melalui pesan-pesan karya jalanan. "Gerakan mural serentak ini dilakukan akhir pekan lalu tanggal 16 Mei 2020. Ini diinisiasi oleh Serikat Mural Surabaya sebagai bagian dari movement untuk meramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," ujarnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Ia menambahkan, gerakan itu bisa diikuti oleh siapapun dan dimanapun di waktu dan tema yang sama. Kenapa harus dilakukan bulan Mei? Xgo menuturkan, bulan Mei bertepatan dengan Ramadhan, dimana mural serentak itu adalah bagian dari acara tahunan Serikat Mural Surabaya bertajuk Imsyak Kurang 3 Menit.

"Acara jamming street art jamaah muraliyah selalu diadakan setiap bulan ramadhan. Bulan Mei juga bulan yang memiliki momen penting seperti gerakan reformasi Mei 98, Hari Pendidikan Nasional, hingga Hari Buruh Internasional. Mari ramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.