Rabu, 21 Okt 2026 09:55 WIB

Kritik Karut Marut Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Gambar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 13:06 WIB

Surabaya (selalu.id) - Carut marut penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 berdampak pada aspek kesehatan hingga sosial ekonomi. Menyikapi pandemi yang kian meluas, khususnya di Indonesia, banyak cara dilakukan kalangan seniman dalam menyampaikan kritik.

Salah satunya melalui media gambar mural dengan menyampaikan pelbagai pesan pada pemerintah dan masyarakat. Para seniman mural di Indonesia pun kompak melakukan aksi yang sama, menggambar mural di dinding. Menyampaikan pesan perang melawan pandemi lewat seni.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo W menjelaskan, kritik melalui media gambar itu mengambil tema Seni Melawan Pandemi. Mural serentak itu didukung dan diikuti oleh street artist dan seniman seniman embongan dari beberapa kota di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Kediri, Madura, Sidoarjo, Tangerang, Depok, Jakarta, Solo, Denpasar, hingga Makasar.

Seni gambar di dinding itu diwujudkan dengan pelbagai jenis dan teknik karya masing-masing. Mulai dari graffiti, mural, stencil, sticker bomb yang dikerjakan secara kelompok atau individu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

"Jika pandemi Covid 19 adalah penyakit yg menyebar luas secara global dan bisa mengakibatkan dampak buruk, maka sama jika kami mengartikan bahwa pandemi adalah korupsi, permainan politik, kerusakan lingkungan, korporasi jahat, kekuasaan, peperangan, hingga hilangnya rasa kemanusiaan. Karena itu semua juga berdampak buruk bagi masyarakat dan umat manusia," jelas Xgo, Minggu (18/5/2020) malam.

Menurutnya, Seni Melawan Pandemi itu menjadi gerakan street art untuk melawan pandemi melalui pesan-pesan karya jalanan. "Gerakan mural serentak ini dilakukan akhir pekan lalu tanggal 16 Mei 2020. Ini diinisiasi oleh Serikat Mural Surabaya sebagai bagian dari movement untuk meramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," ujarnya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Ia menambahkan, gerakan itu bisa diikuti oleh siapapun dan dimanapun di waktu dan tema yang sama. Kenapa harus dilakukan bulan Mei? Xgo menuturkan, bulan Mei bertepatan dengan Ramadhan, dimana mural serentak itu adalah bagian dari acara tahunan Serikat Mural Surabaya bertajuk Imsyak Kurang 3 Menit.

"Acara jamming street art jamaah muraliyah selalu diadakan setiap bulan ramadhan. Bulan Mei juga bulan yang memiliki momen penting seperti gerakan reformasi Mei 98, Hari Pendidikan Nasional, hingga Hari Buruh Internasional. Mari ramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.