Kamis, 23 Jul 2026 01:03 WIB

Kritik Karut Marut Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Gambar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 13:06 WIB

Surabaya (selalu.id) - Carut marut penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 berdampak pada aspek kesehatan hingga sosial ekonomi. Menyikapi pandemi yang kian meluas, khususnya di Indonesia, banyak cara dilakukan kalangan seniman dalam menyampaikan kritik.

Salah satunya melalui media gambar mural dengan menyampaikan pelbagai pesan pada pemerintah dan masyarakat. Para seniman mural di Indonesia pun kompak melakukan aksi yang sama, menggambar mural di dinding. Menyampaikan pesan perang melawan pandemi lewat seni.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo W menjelaskan, kritik melalui media gambar itu mengambil tema Seni Melawan Pandemi. Mural serentak itu didukung dan diikuti oleh street artist dan seniman seniman embongan dari beberapa kota di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Kediri, Madura, Sidoarjo, Tangerang, Depok, Jakarta, Solo, Denpasar, hingga Makasar.

Seni gambar di dinding itu diwujudkan dengan pelbagai jenis dan teknik karya masing-masing. Mulai dari graffiti, mural, stencil, sticker bomb yang dikerjakan secara kelompok atau individu.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Jika pandemi Covid 19 adalah penyakit yg menyebar luas secara global dan bisa mengakibatkan dampak buruk, maka sama jika kami mengartikan bahwa pandemi adalah korupsi, permainan politik, kerusakan lingkungan, korporasi jahat, kekuasaan, peperangan, hingga hilangnya rasa kemanusiaan. Karena itu semua juga berdampak buruk bagi masyarakat dan umat manusia," jelas Xgo, Minggu (18/5/2020) malam.

Menurutnya, Seni Melawan Pandemi itu menjadi gerakan street art untuk melawan pandemi melalui pesan-pesan karya jalanan. "Gerakan mural serentak ini dilakukan akhir pekan lalu tanggal 16 Mei 2020. Ini diinisiasi oleh Serikat Mural Surabaya sebagai bagian dari movement untuk meramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Ia menambahkan, gerakan itu bisa diikuti oleh siapapun dan dimanapun di waktu dan tema yang sama. Kenapa harus dilakukan bulan Mei? Xgo menuturkan, bulan Mei bertepatan dengan Ramadhan, dimana mural serentak itu adalah bagian dari acara tahunan Serikat Mural Surabaya bertajuk Imsyak Kurang 3 Menit.

"Acara jamming street art jamaah muraliyah selalu diadakan setiap bulan ramadhan. Bulan Mei juga bulan yang memiliki momen penting seperti gerakan reformasi Mei 98, Hari Pendidikan Nasional, hingga Hari Buruh Internasional. Mari ramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.