Didemo Gempar Jatim soal Air Mampet, PDAM Surabaya Cuma Jawab Begini
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 08 Sep 2026 15:00 WIB
selalu.id - Gelombang protes terkait buruknya pelayanan air bersih di Kota Surabaya kembali memuncak.
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Air (Gempar) Jatim menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota hingga Kantor PDAM Surya Sembada Surabaya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Penjelasan PDAM Soal Air Baku Kali Surabaya yang Kini Keruh dan Berbau
Massa aksi menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan PDAM Surya Sembada untuk segera mengambil alih (takeover) pengelolaan air di kawasan perumahan yang selama ini masih dikuasai oleh pihak pengembang (developer).
Koordinator Gempar Jatim, Adipati Edi, menegaskan bahwa akses air bersih yang layak dan berkelanjutan merupakan hak dasar warga yang tidak bisa ditawar.
Ia menilai kondisi distribusi air di beberapa titik Kota Pahlawan, seperti kawasan Keputih hingga Tambak Wedi sangat memprihatinkan.
"Pada siang hari debit air itu kecil sekali, bahkan nyaris mati. Masyarakat akhirnya hanya bisa mengandalkan air di malam hari," ungkap Adipati di sela-sela aksi.
Tak hanya persoalan aliran air yang mampet, warga juga kerap diresahkan dengan kualitas air yang berbau menyengat dan berbusa. Menurut Adipati, masalah menahun ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan kalimat permohonan maaf dari jajaran manajemen PDAM.
"PDAM harus bertanggung jawab penuh. Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf," tegasnya.
Selain masalah teknis layanan, Gempar Jatim turut menyoroti kejanggalan penarikan dana retribusi yang mendadak muncul di lembaran tagihan warga tanpa sosialisasi yang jelas. Nominal retribusi yang bervariasi memicu kecurigaan publik terkait peruntukan dan alur penggunaannya.
Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya
Menanggapi gelombang desakan tersebut, Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Louis Andilun Gatu, menyatakan bahwa manajemen mengapresiasi aksi tersebut sebagai bentuk masukan dari masyarakat.
Louis mengungkapkan, PDAM sebenarnya sudah bergerak melakukan koordinasi dan memanggil tiga pengembang perumahan yang menjadi sorotan warga. Namun, proses pengambilalihan tidak bisa dilakukan secara instan.
"Ini butuh proses, tidak bisa serta-merta langsung kita ambil. Kita harus memperhatikan aspek hukum dan menjaga iklim investasi di Surabaya. Kita bukan preman, sebagai kepanjangan tangan negara kita harus memberikan rasa aman bagi investor," jelasnya.
Meski demikian, Louis memastikan secara kapasitas dan infrastruktur, PDAM Surya Sembada sangat siap untuk mengelola jaringan air di wilayah-wilayah perumahan tersebut.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian
Terkait keluhan air tidak mengalir 24 jam, Louis membantah jika pihaknya sengaja melakukan pembatasan alokasi air. Ia mengklaim seluruh mesin pompa PDAM beroperasi nonstop 24 jam. Kendala utama yang terjadi di lapangan adalah belum meratanya tekanan air, khususnya untuk wilayah Surabaya bagian utara.
"Kami tidak ada sistem jam-jaman. Yang kami tekankan adalah tekanan air kami yang mungkin belum merata sampai ke wilayah utara. Target pemerataan tekanan ini memang membutuhkan investasi besar dan dilakukan secara bertahap," paparnya.
Sementara mengenai tuntutan kompensasi kerugian warga akibat air keruh, pihak PDAM mengaku masih perlu melakukan kajian teknis secara proporsional mengingat gangguan kualitas air tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh area pelayanan.
Gempar Jatim mengancam akan menerjunkan massa dengan jumlah yang lebih besar jika Pemkot Surabaya maupun PDAM Surya Sembada tidak segera merealisasikan langkah konkret dalam waktu dekat.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-15405-didemo-gempar-jatim-soal-air-mampet-pdam-surabaya-cuma-jawab-begini
