Jumat, 07 Agu 2026 15:54 WIB

GABSI Jember Gelar Mini Bridge, Jaring Bibit Atlet Popda dan Porprov

Pelajar saat mengikuti turnamen Mini Bridge yang digelar Gabsi Jember di Polije. (Foto: Nurul/selalu.id).
Pelajar saat mengikuti turnamen Mini Bridge yang digelar Gabsi Jember di Polije. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Jember menggelar turnamen Mini Bridge tingkat junior/pelajar di Gedung Olahraga Politeknik Negeri Jember (Polije), Kamis (6/8/2026).

Ajang ini menjadi langkah strategis memperkuat pembinaan sekaligus kaderisasi atlet bridge sejak usia sekolah.

Baca Juga: Propam Polres Jember Sidak Samsat dr Soebandi, Pastikan Bebas Pungli dan Calo

Turnamen tersebut diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta yang berasal dari 13 hingga 15 sekolah jenjang SMA, SMK, dan sederajat di wilayah Kabupaten Jember.

Ketua GABSI Jember, Saiful Anwar, menyampaikan bahwa turnamen mini bridge ini dirancang sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk mencetak atlet-atlet pemula sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi atlet bridge di Jember.

"Ini merupakan proyek percontohan untuk menyiapkan atlet pemula. Kami berharap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit atlet yang nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut," katanya.

Menurut Saiful, keanggotaan atlet bridge di tingkat SD dan SMP di Jember sebenarnya sudah cukup berkembang. Namun, kondisi berbeda terlihat pada jenjang SMA/SMK sederajat yang jumlah atletnya masih relatif minim.

GABSI Jember pun mendorong penguatan pembinaan di tingkat SMA/SMK, termasuk dukungan dari para official dan kepala sekolah agar menjadikan bridge sebagai salah satu wadah prestasi non-akademik siswa.

"Kami perlu memperkuat pembinaan di tingkat SMA dan SMK. Kepala sekolah juga perlu melihat bahwa bridge bisa menjadi bagian dari pengembangan bakat, minat, dan prestasi siswa," jelasnya.

Baca Juga: Ombudsman RI Puji Pelayanan MPP Mini Tanggul Jember, Tetap Cepat dan Solutif Meski Jam Rawan

Saiful menambahkan, bridge merupakan olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir, konsentrasi, strategi, serta ketelitian, sehingga linier dengan prestasi akademik dan berisiko cedera fisik sangat minim.

Meskipun olahraga ini tidak menghadirkan riuk pikuk suporter secara ramai, karakter tersebut dinilai alami karena bridge membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi.

Selain menggelar turnamen, GABSI bersama Polije rutin menggelar latihan mingguan serta liga dua pekan sekali.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Jember, NR Panca Hidayat, menilai kejuaraan bridge tingkat pelajar ini memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang olahraga pelajar maupun multi-event daerah.

Baca Juga: Ombudsman RI Puji Gebrakan Pelayanan Publik Jember yang Sentuh Masyarakat Pedesaan

"Ajang ini menjadi bagian dari persiapan dan kaderisasi atlet untuk menghadapi Popda maupun Porprov. Dari sini kita bisa melihat dan menyeleksi atlet-atlet terbaik yang nantinya diproyeksikan menjadi wakil Kabupaten Jember," tegasnya.

Panca juga menyoroti peluang besar bagi atlet bridge berprestasi untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Polije melalui jalur prestasi maupun skema beasiswa.

"Ini menjadi simbiosis mutualisme antara cabang olahraga dengan perguruan tinggi. Atlet tidak hanya dipersiapkan untuk berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki masa depan akademik," jelasnya.

Editor : Zain Ahmad
Berita Terbaru

Ternyata Ini Penyebab Banyak Posisi Kepala Sekolah di Sidoarjo Kosong

Saat ini, Dispendikbud Sidoarjo terus menjalin koordinasi intensif dengan kementerian terkait dan BKN agar tahapan yang tertunda bisa dilanjutkan kembali.

Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Skor 6-5 di babak adu penalti memastikan Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 sekaligus mengakhiri turnamen pramusim ini sebagai kampiun.

Kebakaran Bromo Makin Meluas, Kini Mengarah ke Puncak B29 Lumajang

BPBD Probolinggo pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak nekat ke kawasan yang terbakar.

DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis

Fathoni menilai, persoalan ini sudah menyita perhatian masyarakat luas sehingga tidak lagi bisa diselesaikan sekadar sebagai urusan internal Pemkot Surabaya.

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.