Jelang Musim Hujan, Normalisasi Sungai di Sidoarjo Dikebut
- Penulis : Ariyanto
- | Senin, 21 Sep 2026 19:02 WIB
selalu.id - Kondisi Saluran Sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, Sidoarjo, menjadi perhatian saat proses normalisasi berlangsung, Senin (21/9/2026).
Selain mengalami pendangkalan, air di saluran tersebut tampak menghitam yang diduga berkaitan dengan pencemaran limbah industri.
Baca Juga: Camat Krian Gandeng Satpol PP Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar di Kawasan Kecamatan
Dua unit ekskavator dikerahkan untuk mengeruk saluran sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut. Pengerjaan ini merupakan bagian dari normalisasi sejumlah sungai dan saluran air yang dilakukan Satgas Alat Berat Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo menjelang musim hujan.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang meninjau langsung lokasi mengatakan, pendangkalan membuat kapasitas saluran berkurang sehingga berpotensi menyebabkan air meluap ketika debit meningkat.
“Hari ini saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi,” katanya.
Menurut Mimik, pengerjaan normalisasi difokuskan pada titik-titik sungai dan saluran yang mengalami pendangkalan, terutama kawasan yang selama ini menjadi wilayah terdampak banjir. Pemerintah daerah juga akan memantau pengerjaan di lapangan agar fungsi saluran kembali optimal.
“Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo. Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, persoalan lain turut menjadi perhatian. Mimik melihat kondisi air Saluran Kedunguling yang berwarna hitam.
Ia meminta Pemerintah Desa Durungbanjar dan Kecamatan Candi segera melayangkan surat teguran kepada pihak yang ditengarai menjadi penyebab pencemaran.
Baca Juga: 31 SPPG di Sidoarjo Disuspensi, Kadin Sebut 10 SLHS Segera Terbit
Mimik juga mengingatkan pelaku usaha industri agar tidak membuang limbah langsung ke saluran air. Pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan mencegah pencemaran sungai.
“IPAL penting dimiliki industri usaha. Kalau tidak, jadinya seperti ini, meresahkan warga. Sungainya jadi hitam kayak gini. Nanti coba kita cek langsung,” tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, Suprayitno mengatakan, pengerahan alat berat tidak hanya dilakukan di Durungbanjar. Sejumlah titik lain di Kecamatan Candi dan Tanggulangin juga masuk dalam jadwal normalisasi.
Di Kecamatan Candi, pengerjaan dilakukan di Saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, Saluran Afvour Link II Desa Kedungkendo, dan Saluran Afvour Link III Desa Klurak.
Baca Juga: Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga
Sedangkan di Kecamatan Tanggulangin, normalisasi menyasar Saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, Saluran Sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir, Saluran Sekunder Gedangrowo Desa Ngaban, serta Afvoer Ketapang Desa Ketapang.
“Normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Tanggulangin dilakukan di saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, saluran Sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir, saluran Sekunder Gedangrowo Desa Ngaban, serta Afvoer Ketapang Desa Ketapang,” ujarnya.
Total terdapat delapan sungai dan saluran di Kecamatan Candi dan Tanggulangin yang dikerjakan pada Senin. Normalisasi dilakukan sebagai bagian dari penanganan sedimentasi sekaligus persiapan menghadapi peningkatan debit air saat musim hujan.
Pemkab Sidoarjo memastikan pengerjaan tersebut akan dipantau. Selain memperbaiki kapasitas aliran, pengawasan terhadap potensi pencemaran juga menjadi perhatian agar fungsi sungai dan saluran air tetap terjaga.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-15604-jelang-musim-hujan-normalisasi-sungai-di-sidoarjo-dikebut
