Sabtu, 07 Nov 2026 05:31 WIB

Heboh! Ada Lubang Hitam Muncul di Google Maps, Berikut Faktanya

Citra satelit yang diambil dari Google Maps memperlihatkan sebuah wilayah berbentuk segitiga yang aneh, yang oleh banyak orang disebut sebagai lubang hitam. (Dok. Google Maps).
Citra satelit yang diambil dari Google Maps memperlihatkan sebuah wilayah berbentuk segitiga yang aneh, yang oleh banyak orang disebut sebagai lubang hitam. (Dok. Google Maps).

selalu.id - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan penemuan area gelap misterius di tengah Samudra Pasifik pada tahun 2021 lalu.

Penampakan citra satelit Google Maps yang memperlihatkan wilayah berbentuk segitiga aneh tersebut mendadak viral usai diunggah seorang netizen yang penasaran.

Baca Juga: Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Sontak, unggahan itu memancing beragam spekulasi liar dan teori konspirasi. Banyak warganet hingga penganut teori konspirasi menduga area tersebut disensor sengaja, bahkan ada yang menyakini wilayah itu adalah pangkalan militer super rahasia.

Dugaan ini muncul lantaran perairan di sekitarnya tampak terang dan jernih, sementara bagian tengahnya terlihat gelap pekat. Namun, misteri keberadaan 'black hole' tersebut kini akhirnya terkuak.

Berdasarkan data yang dihimpun, daratan misterius tersebut bukanlah pangkalan militer rahasia, melainkan Pulau Vostok, sebuah atol karang tak berpenghuni di tengah Samudra Pasifik yang masuk dalam wilayah Republik Kiribati. Pulau ini berjarak sekitar 6.437 kilometer di sebelah timur Australia.

Pulau tersebut pertama kali ditemukan oleh Fabian Gottlieb von Bellingshausen pada tahun 1820 dan dinamai sesuai nama kapalnya, Vostok. Amerika Serikat sempat mengklaim pulau ini pada 1860 melalui Guano Act, namun pulau ini tetap tak tersentuh hingga vegetasi aslinya tumbuh subur.

Mengapa Tampak Seperti Lubang Hitam?

Warna gelap pekat yang terlihat dari citra satelit rupanya bukan hasil sensor digital atau manipulasi gambar. Hal itu disebabkan oleh tutupan pohon Pisonia yang sangat lebat dan rapat di permukaan pulau.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Jika dilihat dari luar angkasa, hamparan vegetasi Pisonia ini memantulkan warna hijau yang sangat pekat hingga tampak hampir hitam.

Meski terisolasi, pulau ini menyimpan ekosistem laut yang sangat alami. Jurnalis National Geographic, Enric Sala dan timnya, pernah melakukan ekspedisi ke kawasan ini.

Mereka menyebut pengalaman menyelam di sekitar Pulau Vostok sebagai salah satu yang terbaik, dengan dijumpainya berbagai biota seperti hiu, ikan barakuda, dan surgeonfish.

Di daratan, pulau ini menjadi rumah bagi burung laut seperti great frigatebird dan brown noddy. Uniknya, lebatnya pohon Pisonia kerap menjadi jebakan mematikan bagi burung-burung tersebut.

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Biji pohon yang lengket dapat menjebak burung hingga mati, hingga meninggalkan tumpukan tulang di bawah pepohonan yang dijuluki sebagai 'penangkap burung'.

Hingga kini, Pulau Vostok tetap menjadi salah satu wilayah paling menantang untuk dikunjungi. Ketiadaan sumber air tawar, tidak adanya pelabuhan atau tempat berlabuh, serta lebatnya hutan menjadikan pulau ini hampir tak mungkin dihuni secara permanen.

Pulau Vostok menambah daftar keunikan alam di dunia, serupa dengan Pulau Socotra di Yaman yang terkenal dengan pohon Darah Naga (Dragon's Blood) dan ratusan spesies tanaman endemiknya yang tak ditemukan di tempat lain.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.