JFC 2026 Dinilai jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Kreatif, Bupati Optimistis Tekan Angka Kemiskinan
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Sabtu, 25 Jul 2026 18:01 WIB
selalu.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang parade kostum bertaraf internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember pun memastikan komitmennya untuk terus memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan JFC telah berkembang menjadi salah satu agenda strategis yang mampu mendongkrak sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya talenta-talenta muda di bidang seni dan industri kreatif.
Baca Juga: Gus Fawait Sebut JFC Bukan Sekadar Karnaval, tetapi Investasi Masa Depan Jember
Usai menghadiri rangkaian kegiatan Red Carpet JFC 2026 di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (24/7/2026), Gus Fawait menilai dampak penyelenggaraan JFC tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor usaha di Kabupaten Jember.
"Setiap JFC digelar, kita melihat dampaknya sangat besar. Hotel dipenuhi tamu, pelaku UMKM mengalami peningkatan penjualan, sektor transportasi hingga jasa juga ikut bergerak. Inilah manfaat ekonomi yang ingin terus kita perkuat," katanya.
Menurutnya, keberhasilan JFC harus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, Pemkab Jember akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar penyelenggaraan JFC semakin berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengembangan event daerah akan selalu diarahkan untuk menciptakan efek berganda terhadap perekonomian. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, pemerintah optimistis upaya menurunkan angka kemiskinan dapat berjalan lebih cepat.
"Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Karena itu, kami mengintegrasikan penguatan ekonomi kreatif dengan program pendidikan melalui beasiswa, pelayanan kesehatan lewat home care, hingga pemberdayaan masyarakat agar hasilnya benar-benar dirasakan warga," ujarnya.
Gus Fawait mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, angka kemiskinan di Kabupaten Jember terus menunjukkan tren penurunan. Target berikutnya adalah menekan jumlah penduduk miskin hingga berada di bawah 200 ribu jiwa.
Baca Juga: Pasca Home Care Jember Diluncurkan, DPR: Layak Jadi Percontohan Nasional
Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada kuartal pertama menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Sekarkijang. Capaian tersebut diyakini tidak terlepas dari strategi pemerintah yang aktif menghadirkan berbagai kegiatan berskala regional maupun internasional.
"Setiap event yang kami selenggarakan telah melalui kajian agar benar-benar memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat. Kami ingin Jember terus dikenal sebagai daerah yang kreatif sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan warganya," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Jember Fashion Carnaval Iwan Setiawan menegaskan bahwa JFC sejak awal dibangun sebagai gerakan budaya yang memberi kesempatan kepada semua orang untuk berkarya tanpa memandang latar belakang.
Menurutnya, panggung JFC menjadi ruang inklusif bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri di hadapan dunia.
Baca Juga: Program Home Care Jember, Hadirkan "Dokter Keluarga" untuk Warga Miskin
"JFC bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah gerakan yang memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk menjadi bintang. Kami ingin anak-anak dari berbagai pelosok memiliki mimpi yang sama untuk berkarya," ujar Iwan.
Ia berharap perhatian masyarakat nasional maupun internasional terhadap JFC mampu mengangkat citra Kabupaten Jember sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dari daerah.
"Kami ingin para tamu dan tokoh yang hadir ikut menceritakan potensi Jember kepada dunia. Harapannya, semakin banyak bintang baru lahir dari Jember dan membawa nama Indonesia di panggung internasional," pungkasnya.
Editor : Redaksi