Jumat, 23 Okt 2026 18:43 WIB

Penjelasan PDAM Soal Air Baku Kali Surabaya yang Kini Keruh dan Berbau

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Sep 2026 13:53 WIB
Penampakan air keruh dan berbusa berbau kimia yang terlihat di sungai Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Penampakan air keruh dan berbusa berbau kimia yang terlihat di sungai Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Persoalan pencemaran Kali Surabaya tak selesai hanya pada fenomena busa putih, air keruh, dan bau menyengat yang mengganggu warga.

Kini, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya buka suara dan mempertanyakan kualitas air baku yang mereka beli dari Perum Jasa Tirta (PJT) I.

Baca Juga: Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada, Louis Andilun Gatu, mengungkapkan meski kondisi air baku yang masuk ke sistem pengolahan saat ini sudah membaik, pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium lengkap dari PJT I pascapenurunan kualitas akhir pekan lalu.

"Untuk parameter air baku lengkap itu ada di PJT I," tegas Louis saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Louis menekankan adanya perbedaan kewenangan. PJT I bertanggung jawab memantau kualitas air sungai sebagai air baku, sedangkan PDAM berfokus pada pengolahan agar air aman disalurkan ke pelanggan.

Ia menyoroti status transaksi jual-beli air baku ini. Menurutnya, PDAM Surabaya membayar kewajiban tersebut kepada PJT I, sehingga berhak mendapatkan pasokan air baku sesuai spesifikasi kelas yang disepakati.

"PDAM ini kan tidak gratis mengambil air. Dari kita berbayar itu, bayarnya ke siapa? Ke Jasa Tirta. Kita itu beli air harusnya kelas dua. Tapi yang kita terima kelas tiga, kelas empat," ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Terkait insiden pencemaran terbaru, Louis mengaku belum mengetahui detail parameter polutan maupun kelas air yang diterima karena hasil lab masih ditahan pihak PJT I.

"Yang kemarin itu nggak tahu kelas berapa, nggak tahu sampai ada banyak polutan itu," jelasnya.

Selain tranparansi data lab, Perumda mendesak adanya keterbukaan informasi real-time dan sistem peringatan dini (early warning system) dari PJT I. Menurut Louis, peran PJT I tak boleh sebatas memantau (monitoring).

"Repotnya di situ. Pihak Jasa Tirta hanya monitoring. Paling nggak ketika ada kekeruhan, ada sensor, segera beri tahu kami. Pak, ini sebentar lagi ada pencemaran," katanya.

Baca Juga: Kali Surabaya Tercemar Berat, PJT I Buka-bukaan soal Penyebabnya

Pemberitahuan awal ini dinilai sangat krusial agar Perumda bisa langsung mengambil langkah taktis di instalasi pengolahan, seperti menambah disinfektan, memanfaatkan karbon aktif, hingga memaksimalkan aerasi blower.

Sebab, Perumda tidak memiliki akses maupun kewenangan untuk memantau sepanjang aliran sungai secara langsung.

"Makanya harus ada komunikasi dari PJT ke kami juga. Lah kami kan nggak bisa memantau juga, gimana," pungkas Louis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.