Selasa, 08 Sep 2026 20:15 WIB

Tidak Diberi Uang, Jukir Liar Ngamuk Pukul dan Ludahi Pengendara Mobil di Surabaya

Ilustrasi penganiayaan. (Dok. Freepik).
Ilustrasi penganiayaan. (Dok. Freepik).

selalu.id - Aksi penganiayaan yang melibatkan juru parkir (jukir) liar kembali meresahkan warga Kota Surabaya.

Seorang jukir nekat memukul hingga meludahi pengendara mobil di depan minimarket Lawson, Jalan Dharmahusada, hanya gara-gara ditolak saat meminta uang parkir.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit Surabaya, PDAM Pilih Jalur Diskusi

Insiden yang terjadi pada Senin (7/9/2026) tersebut viral di media sosial usai rekaman videonya diunggah dan mendapat perhatian publik pada hari ini, Selasa (8/9/2026).

Korban penganiayaan, Immanuel (23), menceritakan peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia bersama rekannya, Marvell (22), selesai berbelanja dan hendak memutar balik kendaraan.

Tiba-tiba, seorang pria tanpa rompi resmi maupun karcis parkir berlari menghampiri mobilnya untuk meminta retribusi.

Mengetahui area minimarket tersebut terpasang papan penanda parkir gratis, Immanuel pun menolak memberi uang. Namun, respon jukir liar tersebut justru agresif.

"Saya tahu dia jukir liar karena di minimarket itu jelas-jelas tertera tulisan parkir gratis," ungkap Immanuel saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Tak terima penolakan tersebut, pelaku melontarkan umpatan, mengacungkan jari tengah, hingga meludahi wajah Immanuel saat kaca mobil dibuka. Karena terburu-buru hendak menjemput teman, korban memilih berlalu dari lokasi.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 14.00 WIB, Immanuel kembali ke lokasi bersama Marvell dengan iktikad menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan. Sayangnya, niat baik korban justru disambut emosi berulang dari pelaku.

"Saya awalnya bicara baik-baik, tapi dia terus ngegas. Saat saya tunjukkan bahwa di sana memang parkir gratis, tiba-tiba dia pukul wajah saya," bebernya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Pelaku melayangkan pukulan bertubi-tubi yang mengenai area wajah, kepala, hingga kaki korban. Keributan fisik tersebut baru reda setelah dilerai oleh warga dan pengunjung di sekitar lokasi.

Atas tindakan kekerasan tersebut, Immanuel resmi melaporkan kejadian ini ke SPKT Polsek Gubeng. Meski kerap berbelanja di minimarket tersebut, korban mengaku baru dua kali bertemu pelaku dan tidak menyangka akan menjadi korban penganiayaan.

Saat ini, oknum jukir liar tersebut dilaporkan dan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Meski begitu, Polsek Gubeng belum mengeluarkan keterangan resmi terkait perkembangan proses hukum pelaku.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jatim Partisipasi Tertinggi dalam Ajang OMI 2026, Targetkan Pertahankan Juara Umum

Tak hanya memimpin dari segi jumlah peserta, Jatim juga mengerahkan titik lokasi (Tilok) ujian terbanyak nasional, yakni mencapai 647 titik.

Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun

Optimalisasi sumber pendapatan daerah dan pengendalian pelaksanaan anggaran menjadi poin penting demi memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Wanita Muda Tewas Terlindas Truk di Mojokerto, Ini Namanya

Jasad korban langsung dievakuasi petugas ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Dan saat ini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan.

Didemo Gempar Jatim soal Air Mampet, PDAM Surabaya Cuma Jawab Begini

Tak hanya persoalan aliran air yang mampet, warga juga kerap diresahkan dengan kualitas air yang berbau menyengat dan berbusa.

Wujud Penghormatan Pejuang, Wabup Mimik Serahkan Bansos ke Ratusan Warakawuri di Sidoarjo

Penyaluran bansos ini bukan sekadar bentuk dukungan sosial biasa, melainkan wujud penghormatan mendalam bagi keluarga yang mengawal sejarah perjuangan bangsa.

Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu

Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian masa depan bagi para pegawai, dan berdampak pada pelayanan publik.