Jumat, 26 Jun 2026 23:08 WIB

Penampakan Terkini Pagar Grahadi Surabaya yang Dirusak Pendomo saat Ricuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Jun 2026 21:33 WIB
Penampakan pagar besi di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dirusak pendemo saat ricuh. (Foto: Ade/selalu.id).
Penampakan pagar besi di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dirusak pendemo saat ricuh. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Pagar besi di Gedung Negara Grahadi Surabaya terlihat rusak cukup parah imbas demo anarkis pada Jumat (26/6/2026) malam.

Pantauan selalu.id, pagar besi yang sebelumnya dipasang sebagai bagian dari proyek renovasi itu bahkan hampir seluruhnya terlepas.

Baca Juga: KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengatakan kerusakan tersebut menjadi perhatian serius karena material pagar yang copot berpotensi digunakan sebagai alat untuk melakukan aksi perusakan.

“Memang saat ini sedang dalam proses renovasi, termasuk pagarnya. Tadi akibat demonstrasi ada kerusakan sehingga hampir semua besi pagar sudah lepas. Kalau tidak diamankan, nanti justru bisa dijadikan senjata untuk melakukan perusakan lagi,” katanya

Emil menjelaskan, aksi yang dilakukan sebagian massa sudah tidak lagi sebatas menyampaikan aspirasi, melainkan mengarah pada tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Baca Juga: Belasan Demonstran yang Diamankan saat Ricuh di Grahadi Surabaya Diperiksa, Ini Tampangnya

“Ada sebagian yang bukan lagi fokus menyuarakan aspirasi, tetapi bagaimana caranya merusak. Tindakan seperti ini tentu bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas keamanan,” ungkapnya.

Emil menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum tidak dapat dibenarkan.

“Kalau aspirasi masyarakat tentu harus kita dengarkan. Pemerintah selalu membuka telinga. Tetapi kalau tujuannya sudah merusak, tentu harus ada tindakan pengamanan,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Pihaknya mengapresiasi aparat kepolisian yang dinilai mampu mengendalikan situasi secara humanis meski menghadapi berbagai ancaman di lapangan.

“Petugas juga mendapat risiko. Mereka dilempari, diserang, bahkan ada dugaan bom molotov. Namun proses pengamanan tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Emil.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tingkatkan Layanan di Kalteng, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

"Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat, jadi kunci agar layanan berkualitas," ujar Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar.

Polisi Amankan Belasan Provokator dalam Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Sebagian di antaranya dibawa dengan kedua tangan diikat menggunakan borgol plastik. Beberapa orang yang diamankan tampak mengalami luka di bagian wajah.

Polisi Semprotkan Air Pukul Mundur Massa Provokasi di Grahadi Surabaya

Polisi melalui pengeras suara, lantas meminta massa aksi untuk membubarkan diri, bila tidak ingin ditindak tegas.

Demo di Grahadi Surabaya Makin Panas, Massa Mulai Serang Petugas hingga Geber-geber Motor

Saat ini, kepolisian yang berjaga di arwah Gedung Negara Grahadi Surabaya berusaha meredam massa aksi yang semakin memanas.

Demo di Grahadi Surabaya Memanas, Massa Lempar Batu hingga Rusak Pagar

Hingga kini, massa terus melakukan pelemparan, dan berusaha merusak pagar pembatas Gedung Negara Grahadi.

Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Spanduk bernuansa meme dengan bahasa lokal Surabaya itu menjadi salah satu simbol kritik massa terhadap kebijakan pemerintah pusat.