Selasa, 11 Agu 2026 03:06 WIB

Tindakan Tegas Polisi di Balik Demo Ricuh Depan Grahadi Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Jun 2026 21:09 WIB
Para pendemo saat bakar-bakar hingga melakukan pelemparan dan merusak pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Para pendemo saat bakar-bakar hingga melakukan pelemparan dan merusak pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap massa aksi yang menjadi provokator demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam.

Awalnya, massa yang semula berjalan kondusif berubah ricuh dan diwarnai aksi perusakan serta pelemparan batu ke arah petugas.

Baca Juga: Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Wadah Pemersatu Talenta Muda Sepak Bola

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan sejak sore anggota telah memberikan ruang dan pengamanan bagi massa untuk menyampaikan aspirasi. 

Namun situasi berubah usai waktu Maghrib ketika sebagian peserta aksi mulai melakukan provokasi dan merusak fasilitas umum.

“Sejak sore kami memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Namun setelah Maghrib mereka mulai melakukan provokasi dengan melakukan perusakan,” jelas Luthfie kepada wartawan.

Luthfie mengatakan petugas telah berulang kali mengimbau massa agar menghentikan aksi anarkis tersebut. Namun imbauan itu tidak diindahkan sehingga polisi terpaksa memukul mundur untuk membubarkan massa.

“Mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan. Itu selain membahayakan masyarakat, juga membahayakan keselamatan mereka sendiri. Karena itu kami terpaksa melakukan tindakan tegas dengan mendorong massa secara perlahan ke belakang,” tegasnya.

Baca Juga: Jawa Barat Tekuk Tuan Rumah Jatim 4-1 di Laga Pembuka Soekarno Cup U-17

Petugas kemudian menggiring massa hingga ke kawasan Bundaran Air Mancur. Setelah itu, situasi di sekitar Grahadi berangsur kondusif dan massa membubarkan diri.

Luthfie mengungkapkan, fasilitas yang mengalami kerusakan dalam aksi tersebut adalah pagar DPRD Jawa Timur. 

Ia menyayangkan aksi perusakan tersebut karena sejak awal kepolisian telah berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi secara damai.

“Kami sangat menyayangkan adanya perusakan pagar Grahadi. Dari awal kami sudah menyampaikan akan memberikan pelayanan terbaik apabila penyampaian aspirasi dilakukan sesuai aturan dan dengan santun,” ujarnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni jadi Tergugat di PN Surabaya, Segera Jalani Sidang

Dalam proses pengamanan, polisi tidak menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Kendaraan taktis itu hanya difungsikan untuk memadamkan api yang sempat dinyalakan peserta aksi.

Sementara itu, jumlah massa yang diamankan masih dalam proses pendataan. Hingga kini, polisi memperkirakan terdapat belasan orang yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamanan aksi tersebut melibatkan sekitar 320 personel gabungan. Polisi memastikan situasi di kawasan Grahadi kini telah kembali kondusif, sementara pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi anarkis masih terus dilakukan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mencekam! Kelompok Perguruan Silat Bikin Onar hingga Bentrok dengan Warga Mojokerto

Keributan itu sempat terekam kamera pengendara yang melintas di lokasi kejadian. Nampak dari video, beberapa motor terlihat bergeletakan di jalan raya.

Tak Hanya Lindungi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Kawasan Mangrove jadi Penggerak Ekonomi Warga

Menurut Bupati Sidoarjo Subandi keberlanjutan ekosistem harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan ketahanan ekonomi warga.

Kemenag Jatim Turun Gunung Geber Masjid 2026, Bahtiar: Momentum Hidupkan Gotong Royong!

Menag Nasaruddin menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah adalah bagian dari memuliakan rumah Allah sekaligus sarana pembersihan jiwa.

Pinjaman Rp786 Miliar Pemkab Jember Diharapkan Dongkrak Infrastruktur dan Ekonomi Warga

Karena itu, keberhasilan pembiayaan tersebut nantinya tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi dari hasil nyata yang diterima masyarakat.

Langkah Sigap Pelindo Terminal Petikemas Lindungi Pekerja dan Warga dari Asap Karhutla di Sampit

Berdasarkan pantauan BMKG Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir. 

MAKI Jatim Batal Gelar Aksi, Dukung Pinjaman Pemkab Jember Rp786,57 Miliar ke PT SMI

Meski begitu, MAKI Jatim tetap meminta agar seluruh proses pembiayaan dilakukan secara transparan dan akuntabel.