Jumat, 26 Jun 2026 22:43 WIB

Tindakan Tegas Polisi di Balik Demo Ricuh Depan Grahadi Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Jun 2026 21:09 WIB
Para pendemo saat bakar-bakar hingga melakukan pelemparan dan merusak pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Para pendemo saat bakar-bakar hingga melakukan pelemparan dan merusak pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap massa aksi yang menjadi provokator demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam.

Awalnya, massa yang semula berjalan kondusif berubah ricuh dan diwarnai aksi perusakan serta pelemparan batu ke arah petugas.

Baca Juga: Belasan Demonstran yang Diamankan saat Ricuh di Grahadi Surabaya Diperiksa, Ini Tampangnya

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan sejak sore anggota telah memberikan ruang dan pengamanan bagi massa untuk menyampaikan aspirasi. 

Namun situasi berubah usai waktu Maghrib ketika sebagian peserta aksi mulai melakukan provokasi dan merusak fasilitas umum.

“Sejak sore kami memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Namun setelah Maghrib mereka mulai melakukan provokasi dengan melakukan perusakan,” jelas Luthfie kepada wartawan.

Luthfie mengatakan petugas telah berulang kali mengimbau massa agar menghentikan aksi anarkis tersebut. Namun imbauan itu tidak diindahkan sehingga polisi terpaksa memukul mundur untuk membubarkan massa.

“Mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan. Itu selain membahayakan masyarakat, juga membahayakan keselamatan mereka sendiri. Karena itu kami terpaksa melakukan tindakan tegas dengan mendorong massa secara perlahan ke belakang,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Petugas kemudian menggiring massa hingga ke kawasan Bundaran Air Mancur. Setelah itu, situasi di sekitar Grahadi berangsur kondusif dan massa membubarkan diri.

Luthfie mengungkapkan, fasilitas yang mengalami kerusakan dalam aksi tersebut adalah pagar DPRD Jawa Timur. 

Ia menyayangkan aksi perusakan tersebut karena sejak awal kepolisian telah berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi secara damai.

“Kami sangat menyayangkan adanya perusakan pagar Grahadi. Dari awal kami sudah menyampaikan akan memberikan pelayanan terbaik apabila penyampaian aspirasi dilakukan sesuai aturan dan dengan santun,” ujarnya.

Baca Juga: Penampakan Terkini Pagar Grahadi Surabaya yang Dirusak Pendomo saat Ricuh

Dalam proses pengamanan, polisi tidak menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Kendaraan taktis itu hanya difungsikan untuk memadamkan api yang sempat dinyalakan peserta aksi.

Sementara itu, jumlah massa yang diamankan masih dalam proses pendataan. Hingga kini, polisi memperkirakan terdapat belasan orang yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamanan aksi tersebut melibatkan sekitar 320 personel gabungan. Polisi memastikan situasi di kawasan Grahadi kini telah kembali kondusif, sementara pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi anarkis masih terus dilakukan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tingkatkan Layanan di Kalteng, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

"Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat, jadi kunci agar layanan berkualitas," ujar Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar.

Polisi Semprotkan Air Pukul Mundur Massa Provokasi di Grahadi Surabaya

Polisi melalui pengeras suara, lantas meminta massa aksi untuk membubarkan diri, bila tidak ingin ditindak tegas.

Demo di Grahadi Surabaya Makin Panas, Massa Mulai Serang Petugas hingga Geber-geber Motor

Saat ini, kepolisian yang berjaga di arwah Gedung Negara Grahadi Surabaya berusaha meredam massa aksi yang semakin memanas.

Demo di Grahadi Surabaya Memanas, Massa Lempar Batu hingga Rusak Pagar

Hingga kini, massa terus melakukan pelemparan, dan berusaha merusak pagar pembatas Gedung Negara Grahadi.

Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Spanduk bernuansa meme dengan bahasa lokal Surabaya itu menjadi salah satu simbol kritik massa terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Pemkab Sidoarjo Percepat Proyek Flyover Gedangan yang Telan Anggaran Rp400 M

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah memfokuskan penyelesaian pembebasan lahan. Proyek ini dibangun untuk mengurai kemacetan.