Minggu, 20 Sep 2026 02:30 WIB

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Agu 2026 18:44 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i saat menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan. (Dok. Istimewa).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i saat menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan akibat perubahan status kesejahteraan dalam sistem pendataan pemerintah.

Temuan itu mencuat setelah Imam mendampingi sejumlah warga yang mengajukan keberatan ke Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.

Baca Juga: Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik yang tinggi.

Imam mengatakan, dalam satu hari dirinya menerima sedikitnya tiga aduan terkait ketidaksesuaian data desil yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial dan beasiswa pendidikan.

“Semakin mendekati angka satu, berarti semakin miskin. Sebaliknya, semakin mendekati angka 10 menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya, Rabu (5/8/2026).

Kasus pertama dialami Ririn, warga Gubeng Airlangga. Ia mengaku terkejut setelah status keluarganya berubah dari desil 2 menjadi desil 6. 

Akibatnya, anak sulungnya yang telah diterima di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terancam gagal mendapatkan beasiswa.

“Anak saya sampai putus asa dan tidak mau melanjutkan kuliah karena tidak bisa mendapatkan bantuan pendidikan,” ungkapnya.

Kasus serupa juga dialami Menik, warga Jojoran, Gubeng. Meski telah pensiun sebagai guru taman kanak-kanak selama tiga tahun dan suaminya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), keluarganya justru tercatat berada di desil 6.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Perubahan data tersebut berpotensi menggagalkan putranya memperoleh bantuan pendidikan.

“Kalau desil saya di atas lima, anak saya tidak bisa memperoleh beasiswa,” katanya.

Sorotan terbesar tertuju pada Dian, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 

Mahasiswi berusia 19 tahun itu tercatat berada di desil 2, tetapi permohonan beasiswanya ditolak oleh sistem.

Baca Juga: Tagihan Retribusi Sampah Perumahan Elit Surabaya Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan DLH

Dian diketahui memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 pada semester pertama dan 3,90 pada semester kedua. 

Namun, sistem justru menyatakan dirinya tidak memenuhi syarat karena dianggap berasal dari keluarga yang bukan kategori miskin atau pramiskin.

Padahal, menurut Imam, ayah Dian bekerja sebagai pengantar galon air minum dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Keluarga itu juga tinggal di rumah sederhana bersama empat anggota keluarga lainnya.

“Sayang sekali jika mahasiswa berprestasi harus menghentikan pendidikannya hanya karena persoalan data. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tegas Imam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.

Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan

TPK Merauke terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Merauke.