Rabu, 05 Agu 2026 19:27 WIB

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Agu 2026 18:44 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i saat menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan. (Dok. Istimewa).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i saat menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan sejumlah warga yang mengaku kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan akibat perubahan status kesejahteraan dalam sistem pendataan pemerintah.

Temuan itu mencuat setelah Imam mendampingi sejumlah warga yang mengajukan keberatan ke Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik yang tinggi.

Imam mengatakan, dalam satu hari dirinya menerima sedikitnya tiga aduan terkait ketidaksesuaian data desil yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial dan beasiswa pendidikan.

“Semakin mendekati angka satu, berarti semakin miskin. Sebaliknya, semakin mendekati angka 10 menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya, Rabu (5/8/2026).

Kasus pertama dialami Ririn, warga Gubeng Airlangga. Ia mengaku terkejut setelah status keluarganya berubah dari desil 2 menjadi desil 6. 

Akibatnya, anak sulungnya yang telah diterima di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terancam gagal mendapatkan beasiswa.

“Anak saya sampai putus asa dan tidak mau melanjutkan kuliah karena tidak bisa mendapatkan bantuan pendidikan,” ungkapnya.

Kasus serupa juga dialami Menik, warga Jojoran, Gubeng. Meski telah pensiun sebagai guru taman kanak-kanak selama tiga tahun dan suaminya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), keluarganya justru tercatat berada di desil 6.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Perubahan data tersebut berpotensi menggagalkan putranya memperoleh bantuan pendidikan.

“Kalau desil saya di atas lima, anak saya tidak bisa memperoleh beasiswa,” katanya.

Sorotan terbesar tertuju pada Dian, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 

Mahasiswi berusia 19 tahun itu tercatat berada di desil 2, tetapi permohonan beasiswanya ditolak oleh sistem.

Baca Juga: Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Dian diketahui memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 pada semester pertama dan 3,90 pada semester kedua. 

Namun, sistem justru menyatakan dirinya tidak memenuhi syarat karena dianggap berasal dari keluarga yang bukan kategori miskin atau pramiskin.

Padahal, menurut Imam, ayah Dian bekerja sebagai pengantar galon air minum dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Keluarga itu juga tinggal di rumah sederhana bersama empat anggota keluarga lainnya.

“Sayang sekali jika mahasiswa berprestasi harus menghentikan pendidikannya hanya karena persoalan data. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tegas Imam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.

Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

Setelah proses penertiban rampung, Pemkot Surabaya akan melakukan pemerataan lahan sebelum area tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi pemakaman baru.

187 Jabatan Kepsek di Sidoarjo Kosong, DPRD Minta BKD dan Dindik Segera Bertindak

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu efektivitas tata kelola sekolah sekaligus menghambat proses regenerasi.

UMKM Herbaroso Sidoarjo Sulap Pekarangan jadi Cuan dan Obat Ginjal

Selain bernilai ekonomi, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyebut tanaman kumis kucing telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.