Jumat, 31 Jul 2026 04:06 WIB

Mahasiswa hingga Dosen Surabaya Minta Militer Kembali ke Barak, HAM juga Disorot

Masyarakat Surabaya saat demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Masyarakat Surabaya saat demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Masyarakat Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Surabaya, yang terdiri dari mahasiswa,dosen dan buruh menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Puluhan massa itu membawa poster agar militer kembali ke barak. Selain itu juga dibentangkan berbagai poster lainnya yang dijadikan media dalam menyuarakan aspirasinya.   

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Dalam orasinya, massa meminta pemerintah agar militer ataupun polri tidak masuk pada ranah politik agar tidak terjadi pemerintahan yang anti kritik.

"Kalau militer masuk pada ranah politik akan terjadi pemerintahan yang anti kritik. Tentara yang bertugas di bawah komando, kembalikan ke barak dan menjalankan fungsinya sebagai pertahanan," ungkap salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Massa juga menyoroti masih terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh pihak-pihak terhadap masyarakat yang meenyuarakan kebijakan jalannya pemerintahan yang dinilai tidak demokrasi.

"Hingga saat ini masih terjadi pembungkaman kepada masyarakat yang menyuarakan atas kebijakan yang dilakukan pemerintah. Bahkan terjadi pelanggaran HAM berat di masa lalu yang sampai sekarang belum diselesaikan secara hukum," tambahnya.

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

Ichsan Aditya, Kordinator Lapangan menjelaskan bahwa saat ini Indonesia dalam darurat. Oleh karena itu pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi untuk merespon agar pemerintahan kedepannya dapat berjalan lebih baik .

"Tentunya ini bagian respon kami. Sebagai rakyat melalui gerakan Surabaya tentunya kita harapkan bisa ada aksi kedepannya yang lebih masif lagi. Mungkin aksi sebagai pembuka, dan untuk aksi-aksi selanjutnya yang lebih masif lagi," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.

SIER Dukung Pemkot Surabaya Percepat Penurunan Stunting dengan Bantu Pemenuhan Gizi Balita

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Departemen TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Puspita Ernawati.