Sabtu, 31 Okt 2026 04:05 WIB

8 Tuntutan Aliansi Surabaya Menggugat saat Demo di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 17:21 WIB
Aliansi Surabaya saat aksi depan Grahadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Aliansi Surabaya saat aksi depan Grahadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Massa yang tergabung dalam Aliansi Surabaya Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026). 

Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan delapan tuntutan kepada pemerintah pusat, mulai dari pencabutan UU Polri dan UU TNI hingga penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Sejak siang, massa dari berbagai elemen masyarakat sipil bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan poster dan spanduk bernada kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Koordinator Lapangan Aliansi Surabaya Menggugat, Muhammad Ichsan Aditya mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons atas sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, pengesahan UU Polri 2026 dan UU TNI 2025 menjadi perhatian utama karena dianggap membuka ruang semakin luas bagi praktik militerisme dan mengancam kehidupan demokrasi.

“Ini respons kami terhadap pengesahan UU Polri dan UU TNI yang menurut kami dilakukan secara ugal-ugalan. Kami melihat praktik militerisme semakin meluas dan masif,” jelas Ichsan.

Selain itu, massa juga mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menilai kedua program tersebut dijalankan tanpa kajian yang matang dan berpotensi membebani keuangan negara.

Ichsan juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin berat. Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga BBM yang dikhawatirkan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Atas kondisi ini kami menuntut pemerintah memiliki komitmen dalam menyelesaikan persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Tak hanya isu ekonomi, massa juga menyoroti penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dinilai belum memberikan keadilan bagi korban. 

Mereka juga menyinggung persoalan eksploitasi sumber daya alam yang berdampak terhadap masyarakat adat.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Surabaya Menggugat mendesak DPR mencabut sejumlah undang-undang yang dinilai bermasalah serta mendorong reformasi di tubuh Polri, termasuk menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap aktivis.

“Kami menuntut DPR mencabut undang-undang yang disahkan secara terburu-buru dan mendorong reformasi Polri,” papar Ichsan.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Aksi berlangsung damai dengan rangkaian kegiatan berupa orasi, pembacaan puisi hingga pertunjukan teatrikal. Selain mahasiswa dan akademisi, aksi juga diikuti buruh, pengemudi ojek online, pedagang kaki lima hingga pedagang keliling.

Salah satu peserta aksi, Ike Wijayanti (40), pedagang kopi keliling, berharap pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat kecil yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM.

“Kalau pemerintah melihat kami, tolong BBM jangan naik. Kami juga ingin sejahtera dan mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Adapun delapan tuntutan yang disampaikan Aliansi Surabaya Menggugat yakni mencabut UU Polri 2026, mencabut UU TNI 2025, mengembalikan militer ke barak, menghentikan program MBG, menghentikan Koperasi Desa Merah Putih, menurunkan harga BBM, menstabilkan nilai rupiah, serta menghentikan eksploitasi alam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi serta mencegah meluasnya area terdampak.