Sabtu, 19 Sep 2026 05:07 WIB

DPRD Jatim Minta Penyusunan Perda dan Insentif Khusus pada Sertifikasi Halal

Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PKB, Ibnu Afandy Yusuf. (Foto: Dony/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PKB, Ibnu Afandy Yusuf. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Posisi Jawa Timur yang masih menempati urutan ketiga secara nasional dalam cakupan sertifikasi halal, di bawah Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Komisi B DPRD Jatim bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ibnu Afandy Yusuf menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan kerja dan membahas langkah percepatan perluasan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di daerah.

Baca Juga: Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Menurut Ibnu, posisi ketiga tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan potensi dan karakteristik masyarakat Jawa Timur yang dikenal sebagai basis pendidikan Islam dan memiliki jumlah pondok pesantren terbesar di Indonesia.

Kondisi ini menjadi alasan utama perlunya penanganan serius dan pendekatan khusus agar capaian sertifikasi halal dapat meningkat lebih cepat dan menyeluruh.

"Jawa Timur ini kan basis pesantren, masyarakatnya mayoritas beragama Islam. Seharusnya kesadaran dan kepedulian terhadap produk halal lebih tinggi dan menjadi contoh. Namun faktanya kita masih berada di posisi ketiga secara nasional, di bawah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ini tentu menjadi catatan penting dan butuh penanganan khusus,” terang Ibnu kepada selalu.id, Rabu (10/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai strategi untuk memperluas sosialisasi serta meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya kepemilikan sertifikat halal.

Salah satu kesepakatan terpenting yang dihasilkan adalah dorongan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur penyelenggaraan, pendampingan, serta dukungan bagi proses sertifikasi halal di Jawa Timur.

Selain payung hukum, pihak legislatif juga mengusulkan adanya program insentif bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bersedia mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, DPRD Ingatkan Pemprov Tak Bebani Masyarakat Lewat Pajak

Konsep yang ditawarkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

“Ide menarik yang kami angkat adalah pemberian insentif. Bagi yang mendaftar sertifikasi halal, mereka tidak hanya memenuhi kewajiban syariat dan mendapatkan keberkahan, tetapi juga memperoleh dukungan dan kemudahan usaha sebagai bentuk kesejahteraan bagi pelaku UMKM. Jadi ibaratnya mendapat dua manfaat sekaligus,” jelas Ibnu.

Politisi PKB ini menekankan perlunya data dan target kerja yang jelas, terukur, dan konkret dari BPJH serta instansi terkait.

Hal ini diperlukan agar capaian sertifikasi halal dapat dipantau perkembangannya setiap tahun, misalnya berapa jumlah produk yang ditargetkan untuk disertifikasi setiap tahunnya, baik untuk jenis makanan, minuman, kerupuk, maupun produk olahan lainnya dari berbagai daerah seperti Sukoharjo dan wilayah lainnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Ditanya Peluang Eri Cahyadi, Ketua Golkar Jatim Malah Spil Nama Blegur untuk Pilgub 2029

“Kami minta angka yang nyata dan terukur. Berapa target sertifikasi per tahun, jenis produk apa saja yang menjadi prioritas, dan langkah apa yang disiapkan," tegas Ibnu.

"Nah, Dinas Perindag sebagai leading sektor akan bekerja sama dengan Komisi B untuk segera menindaklanjuti hasil pembahasan ini ke dalam langkah eksekusi dan program yang nyata di lapangan,” tambahnya.

Diharapkan melalui aturan yang jelas, dukungan insentif, serta kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan lembaga terkait, posisi serta cakupan sertifikasi halal di Jawa Timur dapat meningkat secara signifikan dan mampu bersaing serta menjadi rujukan nasional sesuai potensi besar yang dimiliki.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Prakiraan Cuaca Surabaya Besok, Begini Imbauan BMKG

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kota Surabaya cenderung bersahabat sepanjang akhir pekan. Meski begitu, masyarakat diminta waspada.

The Scandal, Kisah Playboy Taklukkan Janda Muda Demi Taruhan

Meski Hui Yeon berulang kali menolak godaan Cho Won, pertahanan dirinya perlahan mulai goyah oleh rayuan yang dilancarkan secara masif.

Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Beruntung, meski material besi berukuran raksasa itu ambruk ke jalan raya, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam insiden ini.

Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan World Rabies Day 2026, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan.

Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Untung menegaskan, kehadiran petugas di rumah pasien merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi warga dapat diketahui secara langsung.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.