Minggu, 13 Sep 2026 15:22 WIB

Ditanya Peluang Eri Cahyadi, Ketua Golkar Jatim Malah Spil Nama Blegur untuk Pilgub 2029

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Sep 2026 14:36 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi. (ade/selalu.id)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi. (ade/selalu.id)

selalu.id – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mulai membuka nama-nama yang berpotensi masuk dalam bursa Pilgub Jatim 2029. 

Saat ditanya mengenai peluang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ali justru menyebut Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono sebagai figur lain yang juga memiliki modal politik.

Baca Juga: Fokus Konsolidasi, Partai Golkar Surabaya Bidik 10 Kursi di 2029 

Meski demikian, Ali Mufhti menegaskan Golkar Jatim belum membahas pencalonan gubernur. Partai saat ini masih fokus menyelesaikan konsolidasi internal hingga tingkat bawah.

“Begini, untuk menebar kebaikan, siapapun boleh untuk bisa bersama Golkar, ya. Siapapun boleh untuk menebar kebaikan. Tetapi dalam persoalan itu, kita belum berpikir. Berpikir kita itu konsolidasi ini selesai sampai tingkat paling bawah,” kata Ali Mufhti saat menghadiri Rakerda Golkar Surabaya, Minggu (13/9/2026).

Mengenai Eri Cahyadi sebagai figur yang memiliki modal pemerintahan dan masuk dalam bursa Pilgub Jatim, Ali tidak secara khusus menyatakan dukungan kepada mantan Wali Kota Surabaya tersebut.

Ali Mufthi justru memperluas daftar figur yang dinilainya memiliki peluang, yakni Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono.

“Saya pikir semua populer. Pak Blegur juga memenuhi syarat juga, gitu. Waktu di DPRD Provinsi itu pasti memahami bagaimana Surabaya dan sekitarnya. Semua populer,” ujarnya.

Blegur memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Jawa Timur. Sementara Eri Cahyadi saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan namanya mulai diperbincangkan untuk kontestasi politik tingkat Jawa Timur.

Baca Juga: Arif Fathoni Mulai Didorong ke Pilwali Surabaya 2029, Begini Respon Golkar Jatim

Namun, Ali Mufthi belum memberikan tanda bahwa Golkar Jatim telah menentukan pilihan di antara kedua figur tersebut.

Menurutnya, Rakerda menjadi bagian dari proses konsolidasi dan penyusunan kerja partai sebelum Golkar membicarakan agenda politik berikutnya.

“Setelah itu kita harus Rakerda, karena Rakerda itu untuk mengkonsolidasikan lebih teknis dan lebih operasional. Dan tentu setelah itu kita akan bicara persoalan berikutnya,” katanya.

Ali Mufhti juga menegaskan keputusan mengenai calon gubernur yang akan diusung Golkar bukan berada di tingkat DPD Jawa Timur.

Baca Juga: Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

“Ya, itu satu, persoalan Gubernur itu kewenangan DPP,” tegasnya.

Dia mengatakan secara prinsip siapapun memiliki kesempatan untuk maju sebagai calon gubernur selama memiliki orientasi terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Tapi kalau secara norma, siapapun boleh mencalonkan jadi Gubernur asal untuk kesejahteraan masyarakat,” Pungkas Ali Mufhti.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

"Tak tantang sama saya, tak kumpulkan data pitrad. Berani gak? Arek-arek posting gak direken kok ngomong penertiban sing duwek rong ewu. Opo kon iku," ujarnya.

KONI Sidoarjo Mulai Babak Baru, Fokus Persiapan Porprov 2027

"Maka mulai hari ini tidak boleh lagi ada persoalan seperti KONI yang kemarin,” kata Subandi.

Madas Sedarah Jember Dikukuhkan, Janji Sinergis dengan Forkopimda

Agus mengatakan, pihaknya siap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember.

Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari

Menurut pedagang, hasil panen petani dari berbagai daerah umumnya dikirim menuju Surabaya pada malam hari.

Virgo Transport 8 Hilang Kontak Usai Hadapi Cuaca Buruk, SAR Surabaya Kerahkan Kapal dan Helikopter

Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelum kehilangan kontak, pihak kapal menyampaikan informasi mengenai kondisi cuaca buruk.

Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

Sedikitnya empat hingga lima lokasi menjadi sasaran kunjungan.