Senin, 02 Nov 2026 16:10 WIB

Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula Asembagus, Bareskrim Geledah 4 Lokasi di Jatim

Kepala Bagian Operasi Kortastipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi dan tim saat penggeledahan di Surabaya.(Foto: Dony/selalu.id).
Kepala Bagian Operasi Kortastipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi dan tim saat penggeledahan di Surabaya.(Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri menggeledah sejumlah lokasi di Surabaya, Gresik, dan Jakarta mengusut dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pabrik Gula Asembagus, Jawa Timur.

Penggeledahan itu dipimpin langsung Kepala Bagian Operasi Kortastipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

“Kami sengaja melaksanakan penggeledahan di Surabaya hari ini. Ada dua lokasi yang kami geledah, yakni kantor PT Multinas dan kediaman direktur utama perusahaan tersebut,” kata Yusuf, Selasa (9/6/2026).

Selain dua lokasi di Surabaya, tim juga melakukan penggeledahan di Kantor PT Barata Indonesia yang berlokasi di Gresik, serta kantor PT Wijaya Karya di Jakarta. Keempat perusahaan tersebut diduga terlibat dalam pelaksanaan proyek pembangunan pabrik gula itu.

Yusuf menyebut, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan serta menemukan bukti-bukti yang relevan untuk dianalisis dan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 3.394 Burung di Sidoarjo, Dua WNA Vietnam Diamankan

Hal ini bertujuan untuk menentukan pihak-pihak mana saja yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana atas dugaan penyimpangan yang terjadi.

“Kami melakukan penggeledahan dan penyitaan untuk mendapatkan dokumen penting serta barang bukti lainnya. Dari keempat lokasi tersebut, kami berhasil mengamankan sekitar 33 kotak berisi dokumen dan barang bukti yang berkaitan langsung dengan kasus ini,” jelasnya.

Dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Pabrik Gula Asembagus ini diduga menimbulkan kerugian keuangan negara yang cukup besar.

Baca Juga: Lima Pelaku Ganjal ATM Dibekuk, Beraksi di Banyuwangi hingga Merak

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp645 miliar.

"Hingga saat ini, seluruh dokumen dan barang bukti yang disita sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel," tegas Yusuf.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Lusi, ibu korban mengatakan penganiayaan ini sudah direncanakan secara matang. Pasalnya, pelaku dan kakaknya datang bersamaan, dan pelaku sudah bawa sajam.

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Empat OPD tersebut memiliki mobilitas tinggi karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Potensi kenaikan BBM harus disikapi sejak awal lewat skema anggaran yang fleksibel.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Lima lokasi itu berada di Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.