Selasa, 14 Jul 2026 05:53 WIB

LDII Jember Tebar Ribuan Daging Kurban ke Warga Kurang Mampu dan Nonmuslim

LDII Jember saat bagikan ribuan daging kurban. (Foto: Nurul/selalu.id).
LDII Jember saat bagikan ribuan daging kurban. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan DPD LDII Kabupaten Jember untuk memperkuat kepedulian sosial dan toleransi antarumat beragama.

Melalui tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, LDII Cabang Patrang menggelar penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid LDII Patrang, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Momen Puskesmas Mumbulsari Jember Layani Lansia Pascastroke Lewat Home Care Gratis

Tahun ini, LDII Jember mencatat peningkatan jumlah hewan kurban. Sebanyak 103 ekor sapi dan 234 ekor kambing disembelih dan didistribusikan di sejumlah titik penyembelihan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember.

Ketua LDII Cabang Jember, Ahmad Malik Afandi SP mengatakan momentum kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Kesempatan berbagi harus kita tingkatkan. Alhamdulillah, kami sudah menyentuh masyarakat miskin ekstrem di beberapa pelosok kecamatan yang sebelumnya dilakukan pendataan dan verval oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. Harapannya, mereka yang selama ini makan daging sesuatu yang langka bisa ikut merasakan kebahagiaan Idul adha,” ujarnya.

Malik menyampaikan bahwa untuk distribusi daging kurban dilakukan dengan sistem jemput bola ke sejumlah wilayah agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, terutama kaum duafa dan warga miskin ekstrem.

“Jangan sampai banyaknya daging kurban hanya dinikmati sendiri. Momentum ini harus menjadi kesempatan meningkatkan solidaritas sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Satgas ITR Tertibkan Tambang Gunung Sadeng Jember, Tunggakan Pajak Capai Rp1,6 Miliar

Malik menegaskan, kurban memiliki makna lebih luas dibanding sekadar ibadah individual. Selain menjalankan perintah agama, kurban juga harus mampu menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat luas.

“Jangan sampai kurban hanya menjadi ibadah individu, tetapi lupa pada kepedulian sosial. Nilai sosial dalam kurban harus ditingkatkan agar distribusi kepedulian benar-benar dirasakan masyarakat,” paparnya.

Menariknya, pembagian daging kurban LDII Jember tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim. Warga nonmuslim juga ikut menerima daging kurban sebagai bagian dari upaya mempererat toleransi antarumat beragama.

“Kalau zakat ada delapan asnaf dengan kriteria tertentu, tetapi kurban semua orang boleh menerima. Karena itu kami juga membagikan kepada nonmuslim seperti umat Katolik dan Protestan,” bebernya.

Baca Juga: Bupati Jember Fawait Pastikan Pendidikan Berkualitas Bagi Anak-anak Keluarga Miskin

Malik juga mencontohkan semangat toleransi yang terjalin di lingkungan LDII Sumbersari yang bertetangga dengan Gereja HKBP.

Bahkan, sejumlah pemuda HKBP ikut membantu proses penyembelihan hingga pembagian kupon daging kurban.

“Ini menjadi bentuk nyata toleransi antarumat beragama. Kita ingin menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah agar kerukunan sosial tetap terjaga di masyarakat,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polsek Kemlagi Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Bahtiar menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul

Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso hingga Lingkar Timur.

Pakar Hukum Pidana Ubhara Surabaya Sebut Eks Jampidsus Layak Dihukum Mati

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya, Prof, Dr Sholehuddin.

Pemkot Surabaya Larang RT-RW Tarik Sumbangan Agustusan, Ini Risikonya Bila Dilanggar

Kata Eri, jika ada penarikan dengan nominal yang telah ditentukan, praktik tersebut berpotensi dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).