Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul
- Penulis : Ariyanto
- | Senin, 13 Jul 2026 21:06 WIB
selalu.id - Kondisi Jalan Raya Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, menjadi perhatian pemerintah daerah setelah proyek perbaikan gorong-gorong dan betonisasi mulai dikerjakan di jalur yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai rencana, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: MPLS Ramah di Sidoarjo, Dispendikbud Deklarasikan Anti-Bullying
Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Muhammad Makhmud, Camat Sidoarjo, serta Forkopimka setempat.
Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso, Desa Kemiri, Gebang, hingga Jalan Lingkar Timur.
Selain itu, jalan tersebut juga menjadi akses menuju kawasan jalan protokol dan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo yang setiap hari dilalui banyak kendaraan.
Dalam sidak tersebut, Subandi memastikan pekerjaan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki kondisi badan jalan, tetapi juga mencakup penanganan gorong-gorong sebagai bagian dari sistem drainase.
Hal itu menjadi perhatian karena ruas jalan tersebut termasuk salah satu titik yang berpotensi mengalami genangan ketika musim hujan.
”Saat ini kami fokus menyelesaikan jalan-jalan protokol yang rawan banjir. Jalan Raya Bluru Kidul merupakan salah satu akses penting menuju jalan protokol, sehingga menjadi prioritas perbaikan,” jelas Subandi.
Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026. Target tersebut dinilai realistis apabila kondisi cuaca mendukung dan pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Gadis 14 Tahun Asal Surabaya Diduga Alami Eksploitasi, Dipaksa Ngamen, Hingga Hamil dalam Penyekapan
Subandi juga mengingatkan pihak pelaksana proyek agar tidak hanya fokus pada hasil konstruksi. Ia meminta kontraktor mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal sehingga proyek yang dibiayai APBD mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
"Kontraktor harus profesional dan wajib memprioritaskan pekerja lokal asal Sidoarjo. Pembangunan infrastruktur APBD ini tidak hanya harus menghasilkan fisik yang berkualitas, tapi wajib menjadi stimulus ekonomi bagi warga sekitar," tegasnya.
Selain meninjau progres pembangunan, Subandi juga menemukan sejumlah bangunan warga yang menjorok ke badan jalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menghambat penataan kawasan maupun pekerjaan infrastruktur di masa mendatang.
Di sisi lain, Subandi mengajak masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan sekitar selama proses perbaikan berlangsung. Warga diminta membersihkan saluran air di sisi kanan dan kiri jalan agar aliran drainase tetap berjalan lancar.
Baca Juga: Beredar Kabar Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Bocor, BPBD Bilang Begini
”Kami mohon kepada warga, sebelum jalan ini selesai diperbaiki, minimal lakukan kerja bakti membersihkan saluran air di kanan-kiri jalan agar dapat mengurangi potensi banjir,” katanya.
Menurut Subandi, saluran drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab kondisi jalan cepat mengalami kerusakan saat hujan turun.
Karena itu, ia meminta RT, RW, dan Kepala Desa mengajak warga rutin melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan kami, RT, RW, dan Kepala Desa dapat mengajak warga bergotong royong membersihkan saluran air. Dengan begitu, ketika hujan turun, kondisi jalan tidak semakin rusak,” pungkasnya.
Editor : Zein Muhammad