Razia Gabungan di Tiga Titik Warung Pangku Sidoarjo, Dugaan Kebocoran Informasi jadi Evaluasi
- Penulis : Ariyanto
- | Senin, 13 Jul 2026 13:55 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar operasi gabungan di tiga lokasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat terkait dugaan praktik penyakit masyarakat, Sabtu (11/7/2026) malam. Sidak yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyasar kawasan warung remang-remang di selatan Pabrik Gula Krembung, area Krengseng di Krian, serta sejumlah lapak karaoke dan tempat tongkrongan di Desa Lebo.
Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, TNI, Polri, dan Forkopimka setempat sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus menekan potensi penyebaran HIV/AIDS.
Baca Juga: Gerakan 1 PNS 1 Pohon Dimulai, Jalur Protokol Sidoarjo Ditanami 644 Bibit Pucuk Merah
Lokasi pertama yang didatangi berada di Desa Mojoruntut, kawasan selatan Pabrik Gula Krembung. Sejumlah warung remang-remang yang diduga menjadi tempat transaksi prostitusi diperiksa petugas. Namun, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan aktivitas maupun pelanggaran yang menjadi target operasi.
Rombongan kemudian bergerak ke kawasan Krengseng, Krian. Di lokasi yang dikenal sebagai salah satu titik rawan penyakit masyarakat itu, petugas memeriksa sejumlah gubuk dan warung yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi prostitusi.
Meski sebagian besar lokasi tampak sepi, petugas memperoleh informasi mengenai adanya praktik perjudian berupa sabung ayam dan permainan kartu cap jiki yang selama ini dikeluhkan warga sekitar. Dalam operasi tersebut, empat perempuan yang diduga bekerja sebagai pemandu karaoke atau penghibur turut diamankan untuk didata lebih lanjut.
Sepinya aktivitas di sejumlah titik razia memunculkan dugaan bahwa informasi operasi telah lebih dahulu diketahui pihak tertentu. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai dapat mengurangi efektivitas penertiban.
Indikasi kebocoran informasi terlihat dari kondisi di lapangan. Sebelum rombongan Wakil Bupati tiba di lokasi kedua, sejumlah aparat sudah tampak berkumpul di depan pintu masuk kawasan tersebut. Tak lama setelah beberapa petugas meninggalkan lokasi, diduga sejumlah pekerja seks komersial keluar dari area dan membubarkan diri.
Dugaan itu semakin menguat saat Mimik berbincang dengan salah satu pemilik lapak yang mengaku menutup usahanya karena telah mendapat informasi mengenai razia.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Minta Warga Taat Pajak Demi Percepatan Pembangunan
"Warungnya kok tutup, Bu?" tanya Mimik.
Pemilik lapak menjawab, "Iya, Bu, tutup karena infonya ada razia."
Meski demikian, Mimik meminta agar upaya penertiban tetap dilakukan secara konsisten.
“Kalau memang berpindah tempat, segera dibersihkan. Jangan sampai dibiarkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Begitu terlihat ada aktivitas lagi, langsung ditertibkan,” tegasnya.
Baca Juga: Ribuan Anak Yatim Ikuti Perkemahan, Buka Ruang Interaksi Antar Panti Asuhan
Usai dari Krengseng, tim gabungan melanjutkan sidak ke Desa Lebo. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah lapak karaoke dan tempat tongkrongan yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD). Selain itu, ditemukan berbagai jenis minuman keras serta sejumlah pengunjung yang tidak membawa kartu identitas.
“Ada tiga titik yang kami datangi, tetapi sudah sepi karena diduga informasinya bocor. Ini menjadi evaluasi agar operasi berikutnya lebih efektif,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan operasi serupa akan terus digelar bersama aparat terkait guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
“Razia akan terus kami lakukan. Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri,” pungkasnya.
Editor : Redaksi