Kamis, 03 Sep 2026 13:26 WIB

Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (4)

Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Mei 2026 20:05 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Pemkot Surabaya, M Fikser bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. AI/Istimewa).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Pemkot Surabaya, M Fikser bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni juga menanggapi beredarnya poster pasangan Rini Indriyani dan M Fikser dalam Pilwali Surabaya 2029.

Duet yang menampilkan unsur keluarga kepala daerah dan birokrat senior Pemkot Surabaya, itu dinilai membawa pesan kuat tentang kesinambungan pemerintahan Eri Cahyadi.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Ken menilai pasangan tersebut merepresentasikan poros keberlanjutan kekuasaan dan stabilitas birokrasi di Surabaya.

Menurutnya, Rini Indriyani, Ketua PKK Surabaya sekaligus istri Wali Kota Eri Cahyadi itu memiliki kedekatan emosional dengan basis pendukung suaminya karena selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara Fikser dianggap mewakili figur teknokrat yang memahami sistem birokrasi pemerintahan kota.

Fikser merupakan birokrat senior Pemkot Surabaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sekarang, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I).

Fikser dikenal juga dekat dengan lingkaran pemerintahan Eri Cahyadi.

“Kalau Bu Rini dipasangkan dengan Pak Fikser, ini bisa dibaca sebagai kombinasi antara kesinambungan politik dan stabilitas birokrasi,” kata Ken Bimo kepada selalu.id, Rabu (27/5/2026)

Ia menjelaskan, kemunculan nama Rini dalam poster Pilwali Surabaya tidak bisa dilepaskan dari efek elektoral Eri Cahyadi yang masih cukup kuat di Surabaya. Sosok Rini dinilai berpotensi menarik pemilih loyalis pemerintahan saat ini.

Baca Juga: Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

“Bu Rini membawa efek kesinambungan pemerintahan dan kedekatan dengan basis pemilih pendukung Pak Eri Cahyadi,” papar Ken.

Sementara itu, Fikser dinilai memiliki modal pengalaman birokrasi dan komunikasi publik setelah lama berada di lingkaran strategis Pemerintah Kota Surabaya.

Pengalaman tersebut dianggap penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan.

Meski demikian, Ken mengingatkan bahwa pasangan ini juga memiliki tantangan politik yang tidak kecil.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Salah satunya adalah persepsi publik terkait politik dinasti atau keberlanjutan kekuasaan keluarga.

“Tantangannya ada pada persepsi publik soal politik dinasti yang sering dijadikan black campaign dalam kontestasi politik lokal,” jelasnya.

Ken menilai poster-poster yang mulai bermunculan saat ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari komunikasi politik awal atau early political signalling menjelang Pilwali Surabaya 2029.

“Ini masih fase cek ombak. Tujuannya untuk membaca respons publik sekaligus memetakan kemungkinan koalisi politik ke depan,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.