Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (4)
Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 27 Mei 2026 20:05 WIB
selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni juga menanggapi beredarnya poster pasangan Rini Indriyani dan M Fikser dalam Pilwali Surabaya 2029.
Duet yang menampilkan unsur keluarga kepala daerah dan birokrat senior Pemkot Surabaya, itu dinilai membawa pesan kuat tentang kesinambungan pemerintahan Eri Cahyadi.
Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji
Ken menilai pasangan tersebut merepresentasikan poros keberlanjutan kekuasaan dan stabilitas birokrasi di Surabaya.
Menurutnya, Rini Indriyani, Ketua PKK Surabaya sekaligus istri Wali Kota Eri Cahyadi itu memiliki kedekatan emosional dengan basis pendukung suaminya karena selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara Fikser dianggap mewakili figur teknokrat yang memahami sistem birokrasi pemerintahan kota.
Fikser merupakan birokrat senior Pemkot Surabaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sekarang, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I).
Fikser dikenal juga dekat dengan lingkaran pemerintahan Eri Cahyadi.
“Kalau Bu Rini dipasangkan dengan Pak Fikser, ini bisa dibaca sebagai kombinasi antara kesinambungan politik dan stabilitas birokrasi,” kata Ken Bimo kepada selalu.id, Rabu (27/5/2026)
Ia menjelaskan, kemunculan nama Rini dalam poster Pilwali Surabaya tidak bisa dilepaskan dari efek elektoral Eri Cahyadi yang masih cukup kuat di Surabaya. Sosok Rini dinilai berpotensi menarik pemilih loyalis pemerintahan saat ini.
Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen
“Bu Rini membawa efek kesinambungan pemerintahan dan kedekatan dengan basis pemilih pendukung Pak Eri Cahyadi,” papar Ken.
Sementara itu, Fikser dinilai memiliki modal pengalaman birokrasi dan komunikasi publik setelah lama berada di lingkaran strategis Pemerintah Kota Surabaya.
Pengalaman tersebut dianggap penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan.
Meski demikian, Ken mengingatkan bahwa pasangan ini juga memiliki tantangan politik yang tidak kecil.
Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya
Salah satunya adalah persepsi publik terkait politik dinasti atau keberlanjutan kekuasaan keluarga.
“Tantangannya ada pada persepsi publik soal politik dinasti yang sering dijadikan black campaign dalam kontestasi politik lokal,” jelasnya.
Ken menilai poster-poster yang mulai bermunculan saat ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari komunikasi politik awal atau early political signalling menjelang Pilwali Surabaya 2029.
“Ini masih fase cek ombak. Tujuannya untuk membaca respons publik sekaligus memetakan kemungkinan koalisi politik ke depan,” tandasnya.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-13966-pengamat-tanggapi-poster-rini-fikser-masih-fase-coba-coba
