Selasa, 14 Jul 2026 05:50 WIB

Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (4)

Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Mei 2026 20:05 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Pemkot Surabaya, M Fikser bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. AI/Istimewa).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Pemkot Surabaya, M Fikser bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. AI/Istimewa).

selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni juga menanggapi beredarnya poster pasangan Rini Indriyani dan M Fikser dalam Pilwali Surabaya 2029.

Duet yang menampilkan unsur keluarga kepala daerah dan birokrat senior Pemkot Surabaya, itu dinilai membawa pesan kuat tentang kesinambungan pemerintahan Eri Cahyadi.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Ken menilai pasangan tersebut merepresentasikan poros keberlanjutan kekuasaan dan stabilitas birokrasi di Surabaya.

Menurutnya, Rini Indriyani, Ketua PKK Surabaya sekaligus istri Wali Kota Eri Cahyadi itu memiliki kedekatan emosional dengan basis pendukung suaminya karena selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara Fikser dianggap mewakili figur teknokrat yang memahami sistem birokrasi pemerintahan kota.

Fikser merupakan birokrat senior Pemkot Surabaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sekarang, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I).

Fikser dikenal juga dekat dengan lingkaran pemerintahan Eri Cahyadi.

“Kalau Bu Rini dipasangkan dengan Pak Fikser, ini bisa dibaca sebagai kombinasi antara kesinambungan politik dan stabilitas birokrasi,” kata Ken Bimo kepada selalu.id, Rabu (27/5/2026)

Ia menjelaskan, kemunculan nama Rini dalam poster Pilwali Surabaya tidak bisa dilepaskan dari efek elektoral Eri Cahyadi yang masih cukup kuat di Surabaya. Sosok Rini dinilai berpotensi menarik pemilih loyalis pemerintahan saat ini.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

“Bu Rini membawa efek kesinambungan pemerintahan dan kedekatan dengan basis pemilih pendukung Pak Eri Cahyadi,” papar Ken.

Sementara itu, Fikser dinilai memiliki modal pengalaman birokrasi dan komunikasi publik setelah lama berada di lingkaran strategis Pemerintah Kota Surabaya.

Pengalaman tersebut dianggap penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan.

Meski demikian, Ken mengingatkan bahwa pasangan ini juga memiliki tantangan politik yang tidak kecil.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Salah satunya adalah persepsi publik terkait politik dinasti atau keberlanjutan kekuasaan keluarga.

“Tantangannya ada pada persepsi publik soal politik dinasti yang sering dijadikan black campaign dalam kontestasi politik lokal,” jelasnya.

Ken menilai poster-poster yang mulai bermunculan saat ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari komunikasi politik awal atau early political signalling menjelang Pilwali Surabaya 2029.

“Ini masih fase cek ombak. Tujuannya untuk membaca respons publik sekaligus memetakan kemungkinan koalisi politik ke depan,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polsek Kemlagi Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Bahtiar menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul

Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso hingga Lingkar Timur.

Pakar Hukum Pidana Ubhara Surabaya Sebut Eks Jampidsus Layak Dihukum Mati

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya, Prof, Dr Sholehuddin.

Pemkot Surabaya Larang RT-RW Tarik Sumbangan Agustusan, Ini Risikonya Bila Dilanggar

Kata Eri, jika ada penarikan dengan nominal yang telah ditentukan, praktik tersebut berpotensi dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).

Mobil CR-V Tabrak Dua Motor di Surabaya: Satu Tewas, 1 Terluka

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna memastikan penyebab kecelakaan.