Sabtu, 04 Jul 2026 11:45 WIB

Langkah Serius Pemkot dalam Atasi Kemacetan Jalur Penghubung Surabaya-Gresik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2026 10:00 WIB
Kondisi rumah yang terdampk pelebaran jalan di Lidah Wetan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Kondisi rumah yang terdampk pelebaran jalan di Lidah Wetan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat proyek pelebaran Jalan Raya Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, sebagai upaya mengurai kemacetan jalur penghubung Surabaya-Gresik.

Dalam proyek tersebut, sebanyak 110 bangunan terdampak pembebasan lahan yang ditargetkan tuntas tahun ini.

Baca Juga: Demi Upah Rp50-100 Ribu, Kurir Paket di Surabaya Rela Melawan Hukum

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan saat ini pengerjaan difokuskan pada proses pembebasan lahan.

Setelah tahapan itu selesai, pembongkaran bangunan dan pengaspalan akan dilakukan secara paralel.

“Pelebaran jalan di wilayah Lakarsantri itu sekarang lagi proses pembebasan. Nanti setelah itu langsung paralel kita lakukan pembersihan atau pembongkaran persil yang telah dibebaskan, baru kemudian masuk tahap pengaspalan,” katanya, Senin (18/5/2026).

Pada tahap kedua tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan pelebaran jalan sepanjang 950 meter.

Proyek multiyears tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Surabaya Barat yang selama ini kerap macet saat jam sibuk.

Hidayat menjelaskan, bangunan terdampak terdiri dari rumah tinggal hingga tempat usaha. Pemkot memastikan seluruh pemilik lahan bersertifikat akan mendapatkan ganti rugi, termasuk kompensasi untuk bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut.

Baca Juga: Tangani Banjir Margomulyo-Tandes, Pemkot Surabaya Siapkan Pembangunan Mini Bozem

“Kalau lahan yang bersangkutan memiliki sertifikat, pasti kita ganti. Selain ganti rugi tanah, kami juga memberikan ganti rugi untuk bangunannya,” tegasnya.

Namun, apabila terdapat warga yang menolak atau tidak menyepakati nilai ganti rugi, Pemkot akan menempuh mekanisme konsinyasi melalui pengadilan.

“Kalau ada yang tidak bersedia, baru kita titipkan (uang ganti rugi) di pengadilan,” jelasnya.

Hidayat menambahkan, proyek pelebaran Jalan Lidah Wetan dibagi dalam tiga tahap pengerjaan.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Buka Bazar Gratis Pengembalian Motor Laka Lantas, Catat Tanggal dan Syaratnya

Tahap pertama telah berjalan tahun lalu, tahap kedua dikebut tahun ini, sedangkan tahap akhir ditargetkan selesai pada tahun depan.

Meski pengerjaan fisik jalan diperkirakan berlanjut hingga 2027, Pemkot Surabaya menargetkan seluruh proses pembebasan lahan rampung pada 2026 agar proyek tidak terhambat.

“Pengerjaannya memakan waktu tahun ini hingga tahun depan. Namun, untuk pembebasan lahan, targetnya tahun ini harus tuntas semua,” tandas Hidayat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gerakan 1 PNS 1 Pohon Dimulai, Jalur Protokol Sidoarjo Ditanami 644 Bibit Pucuk Merah 

Pohon pucuk merah dipilih karena memiliki nilai estetika sekaligus berfungsi membantu menyerap emisi kendaraan.

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.

Kemenag Jatim Ajak Guru Kristen Bentuk Generasi Berkarakter dan Pembawa Damai 

Bahtiar mengajak seluruh peserta Munas untuk terus menjaga semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan.

Rakernas Apeksi di Medan, Wali Kota Mojokerto: Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Tangguh!

Kata Ning Ita, tantangan pembangunan kota diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Percepatan Pembentukan Program KDKMP

Program nasional tersebut dinilai masih membutuhkan pengawalan lintas sektor agar penyelesaian pembangunan di sejumlah titik dapat berjalan sesuai target.

Mayat Misterius dalam Sumur di Probolinggo Itu Wanita, Korban Pembunuhan?

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban termasuk mencari identitasnya.