Jumat, 18 Sep 2026 13:06 WIB

Inspektorat Sidoarjo Luncurkan Program Goes to School: Cegah Korupsi sejak Dini

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 28 Apr 2026 18:37 WIB
Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadiato saat kunjungan di SMP Negeri 1 Sedati. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadiato saat kunjungan di SMP Negeri 1 Sedati. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Pendidikan antikorupsi kini mulai digeser menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui program “Inspektorat Goes to School 2026”, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai integritas sejak bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Baca Juga: PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Program tersebut resmi dimulai di SMP Negeri 1 Sedati Sidoarjo dengan menggelar roadshow yang melibatkan unsur sekolah negeri maupun swasta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pembentukan nilai sejak dini.

Peluncuran program diwakili Kepala Inspektorat Daerah Sidoarjo, Andjar Surjadianto, dengan membacakan amanat Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan para kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa.

Hadir pula forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Andjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program tersebut.

“Roadshow ini merupakan langkah nyata untuk menanamkan integritas dan budaya antikorupsi sejak dini,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).

Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 27 SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Hal ini menunjukkan kesungguhan kita untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga jujur, disiplin, dan berintegritas," tegas Andjar.

Sebagai bagian dari penguatan program, Inspektorat juga merancang pembentukan Duta Antikorupsi di setiap sekolah.

Baca Juga: Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Peran ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan pendidikan.

“Duta Antikorupsi diharapkan menjadi teladan, penggerak, dan pelopor budaya integritas di lingkungan sekolah,” tambah Andjar.

Ia menyebut terdapat sembilan nilai utama yang menjadi dasar pendidikan antikorupsi dalam program ini: yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Sedati, Ratna Diyah Mustikawati, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi lokasi peluncuran program tersebut.

Ia menilai kehadiran program ini akan memperkuat pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah.

“Sebuah kebanggaan bagi kami. Meskipun nilai-nilai dasar sudah kami terapkan melalui budaya sekolah. Namun hadirnya program ini akan semakin memperkuat nilai kejujuran melalui pembiasaan pada siswa,” ungkapnya.

Baca Juga: Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Menurut Ratna, pendekatan pencegahan melalui pendidikan karakter menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai praktik korupsi di masa depan.

“Dengan membangun karakter yang menolak praktik-praktik tidak terpuji sejak dini, kita berharap di masa depan anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan amanah,” jelasnya.

Program ini juga menekankan peran sekolah sebagai ruang pembentukan nilai, bukan sekadar tempat transfer ilmu.

Kepala sekolah dan guru diharapkan mampu menindaklanjuti program melalui keteladanan dan pembiasaan sikap jujur dalam keseharian.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan terbentuknya generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral kuat sebagai benteng utama pencegahan korupsi di masa mendatang.

Reporter: Ariyanto 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai khusus untuk Duta Pancasila atau Purna Paskibraka

Man City Bantai Norwich 5-0, Lolos ke Babak 4 Carabao Cup

Nama yang paling mencuri perhatian adalah Floyd Samba. Striker 17 tahun itu menjalani laga debutnya bersama tim utama dan langsung menutupnya dengan 2 gol.

Juventus Bangkit, Hajar NEC Nijmegen 5-0 di Pembuka Liga Europa

Kelima gol Juve dicetak oleh 5 pemain berbeda.

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.