Senin, 15 Jun 2026 00:35 WIB

Inspektorat Sidoarjo Luncurkan Program Goes to School: Cegah Korupsi sejak Dini

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 28 Apr 2026 18:37 WIB
Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadiato saat kunjungan di SMP Negeri 1 Sedati. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadiato saat kunjungan di SMP Negeri 1 Sedati. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Pendidikan antikorupsi kini mulai digeser menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui program “Inspektorat Goes to School 2026”, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai integritas sejak bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Baca Juga: Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Program tersebut resmi dimulai di SMP Negeri 1 Sedati Sidoarjo dengan menggelar roadshow yang melibatkan unsur sekolah negeri maupun swasta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pembentukan nilai sejak dini.

Peluncuran program diwakili Kepala Inspektorat Daerah Sidoarjo, Andjar Surjadianto, dengan membacakan amanat Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan para kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa.

Hadir pula forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Andjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program tersebut.

“Roadshow ini merupakan langkah nyata untuk menanamkan integritas dan budaya antikorupsi sejak dini,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).

Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 27 SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Hal ini menunjukkan kesungguhan kita untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga jujur, disiplin, dan berintegritas," tegas Andjar.

Sebagai bagian dari penguatan program, Inspektorat juga merancang pembentukan Duta Antikorupsi di setiap sekolah.

Baca Juga: Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

Peran ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan pendidikan.

“Duta Antikorupsi diharapkan menjadi teladan, penggerak, dan pelopor budaya integritas di lingkungan sekolah,” tambah Andjar.

Ia menyebut terdapat sembilan nilai utama yang menjadi dasar pendidikan antikorupsi dalam program ini: yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Sedati, Ratna Diyah Mustikawati, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi lokasi peluncuran program tersebut.

Ia menilai kehadiran program ini akan memperkuat pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah.

“Sebuah kebanggaan bagi kami. Meskipun nilai-nilai dasar sudah kami terapkan melalui budaya sekolah. Namun hadirnya program ini akan semakin memperkuat nilai kejujuran melalui pembiasaan pada siswa,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo dalami Dugaan Kecurangan Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta

Menurut Ratna, pendekatan pencegahan melalui pendidikan karakter menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai praktik korupsi di masa depan.

“Dengan membangun karakter yang menolak praktik-praktik tidak terpuji sejak dini, kita berharap di masa depan anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan amanah,” jelasnya.

Program ini juga menekankan peran sekolah sebagai ruang pembentukan nilai, bukan sekadar tempat transfer ilmu.

Kepala sekolah dan guru diharapkan mampu menindaklanjuti program melalui keteladanan dan pembiasaan sikap jujur dalam keseharian.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan terbentuknya generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral kuat sebagai benteng utama pencegahan korupsi di masa mendatang.

Reporter: Ariyanto 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Program Bayi Tabung Kini Hadir di Mojokerto

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat permudah akses masyarakat terhadap teknologi reproduksi modern sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan.

Jambret Ponsel di Lampu Merah Undaan Tumbang Ditembak Polisi Usai Seret Petugas Saat Kabur

Pengejaran berlangsung menegangkan, mulai dari jalan Ambengan, Kusuma Bangsa, BKR Pelajar, Jimerto, Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Ketupa.

Antisipasi Konvoi 1 Suro Perguruan Silat di Surabaya, Senin Malam Ada Pengalihan Arus

Polisi juga melakukan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan antar kelompok yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Surabaya.

Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Said menyebut, setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh usai duduk bersama dengan para buruh PT Pakerin.

Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Pemerintah dan Pertamina sepakat untuk menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, meski harga minyak mentah global dan kurs rupiah sedang bergejolak.

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter.