Rabu, 28 Okt 2026 22:37 WIB

Bawa Nama BFI, Oknum DC Nyaris Rampas Paksa Mobil Mewah Cash di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 11:45 WIB
Mobil mewah Lexus RX350 yang nyaris dirampas paksa debt collector. (Dok. Istimewa).
Mobil mewah Lexus RX350 yang nyaris dirampas paksa debt collector. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Upaya penarikan kendaraan oleh oknum debt collector (DC) kembali terjadi di Surabaya.

Kali ini menimpa Andy Pratomo, warga Mojoklangru Wetan, yang hampir kehilangan mobil Lexus RX350 miliknya, padahal telah dibeli secara tunai.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Peristiwa itu terjadi pada November 2025, saat sejumlah debt collector mendatangi rumah Andy dan mengklaim kendaraan tersebut menunggak cicilan lebih dari enam bulan melalui pembiayaan BFI Finance.

Andy menegaskan mobil tersebut dibeli secara cash di Jakarta pada September 2025 seharga Rp1,3 miliar.

Ia juga mengaku memiliki dokumen lengkap, mulai dari kwitansi, faktur, hingga BPKB.

“Saya sudah jelaskan bahwa mobil ini dibeli tunai dan semua bukti ada. Tapi mereka tetap memaksa dan membuat keributan di depan rumah,” ungkap Andy, Senin (20/4/2026).

Kasus tersebut kemudian dimediasi di Polsek Mulyorejo. Dalam proses itu, pihak leasing membawa dokumen berupa fotokopi sertifikat fidusia atas nama pihak lain, yakni Adi Hosea.

Kejanggalan muncul saat dilakukan pengecekan. Dalam dokumen yang dibawa pihak leasing, tercantum tipe kendaraan Lexus RX250. Sementara kendaraan milik Andy beserta dokumen resminya menunjukkan tipe Lexus RX350.

Baca Juga: Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Untuk memastikan keabsahan, dilakukan pengecekan lanjutan di Samsat Manyar Kertoarjo. Hasilnya, fisik kendaraan dan dokumen milik Andy dinyatakan sah dan sesuai.

Kuasa hukum Andy, Ronald Talaway, menilai tindakan tersebut berpotensi mengarah pada tindak pidana.

Ia merujuk Pasal 448 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang mengandung unsur pemaksaan, serta Pasal 17 ayat (1) terkait percobaan tindak pidana.

“Meski kendaraan tidak berhasil dibawa, upaya pemaksaan dan intimidasi tetap bisa diproses secara hukum,” kata Ronald.

Baca Juga: Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan TBL/B/1416/XII/2025/SPKT.

Namun hingga kini, pihak BFI Finance disebut belum memenuhi panggilan penyidik.

Andy menyatakan akan menempuh jalur hukum lanjutan, baik pidana maupun perdata, serta berencana melaporkan kasus ini ke OJK dan Satgas PASTI.

“Saya berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ormas Madas Blokade Jalur Pantura Probolinggo, Disebut Berseteru dengan Polisi

‎Ketua DPC Madas Kabupaten Probolinggo, Suhermanto mengatakan, pihaknya tidak akan membuka blokade sebelum anggotanya dikeluarkan.

Saat 150 Aktivis Muda Nganjuk Bersatu Merawat Api Sumpah Pemuda

AKBP Suria Miftah mengatakan bahwa mahasiswa memegang peranan vital dalam menjaga kondusivitas serta nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika masyarakat.

Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Beruntung, kendaraan yang ditumpangi 17 orang satu keluarga asal Bojonegoro itu berhasil berhenti setelah menabrak tumpukan sekam. Mereka pun selamat.

Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi ESDM Jatim, Saksi Ungkap Alurnya

Tak cuma sepatu, Dinas ESDM Jatim juga meminta pasokan rutin produk air mineral untuk kebutuhan konsumsi kantor dinas.

Cewek yang Tabrak Orang hingga Tewas Usai Dugem di Club Ambyar Kini Disidang

Atas tindakan nekatnya ini, terdakwa Erica Natasha Risakotta dijerat pasal berlapis. Ancaman hukuman berat pun menantinya.

Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Irjen Dekananto menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.